Rabu, 14 November 2018

Relawan Gatot Nurmantyo Alihkan Dukungan ke Prabowo - Sandiaga

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Audiensi Sandiaga Uno dengan tujuh Simpul Relawan di Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/ Fikri Arigi.

    Audiensi Sandiaga Uno dengan tujuh Simpul Relawan di Posko Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menerima relawan Militan Gatot Nurmantyo di Posko Melawai, Jakarta Selatan, Kamis, 6 September 2018. Ini merupakan organisasi relawan kedua yang mendukung Prabowo Subianto-Sandi dalam kontestasi pemilihan presiden 2019.

    Baca: Sandiaga: Koalisi Menyiapkan Tim Jubir untuk Emak-Emak

    Kesamaan visi antara Gatot dan isu yang kerap digaungkan Sandi menjadi alasan mereka mengalihkan dukungan. Menurut mereka, Sandi dan Gatot sama-sama memperjuangkan ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, dan menstabilkan harga-harga.

    “Untuk itu, kami bersedia mendukung Bang Sandi untuk maju (dalam pilpres) 2019,” ujar ketua relawan, Irfani Rahman Djojosudiro, di Posko Melawai.

    Relawan yang menamakan diri mereka Gerakan Nusantara Prabowo Sandi (GN Padi) ini semula dikenal sebagai Militan Gatot Nurmantyo (Militan GN).

    Baca: Sandiaga Tukar Aset Dolar ke Rupiah: Patriotisme Sedang Diuji

    Sandi menyetujui kesamaan visi antara dirinya dan Gatot. Ia pun mengaku terus melakukan pendekatan dan konsolidasi dengan mantan Panglima TNI ini.

    Sandi mengatakan sudah menyiapkan posisi di tim pemenangan apabila Gatot Nurmantyo memutuskan bergabung dengan tim kampanye nasionalnya nanti. Prabowo sendiri, kata Sandi, sudah melakukan komunikasi berulang kali dengan Gatot.

    “Kami pastikan Pak Gatot punya peluang untuk menyampaikan pikiran-pikiran dan gagasan,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?