Kontraktor Proyek Bakar Catatan Aliran Uang Fee untuk Zumi Zola

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontraktor di Jambi Muhammad Imaduddin alias Iim membakar cacatan aliran uang fee untuk Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. Dia mengaku panik saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan di Jambi pada akhir 2017 lalu.

    Baca: Saksi Jelaskan Permintaan Zumi Zola untuk Total, Loyal, dan Royal

    "Sudah dibakar Pak, waktu OTT, kami ketakutan sekali, kami bakar," kata dia saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Zumi Zola di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 6 September 2018.

    Dalam dakwaan KPK, Iim merupakan pengusaha rekanan yang mengerjakan proyek di Jambi tahun anggaran 2016 yang belum dilelang. Ia disebut bertugas mengumpulkan dana dari para kontraktor atas permintaan orang kepercayaan Zumi Zola, Apif Firmansyah.

    Iim diduga mengumpulkan uang itu sebelum diberikan kepada Zumi melalui Apif. Iim mengatakan tiap mendapatkan uang selalu mencatatnya dalam buku. "Catatan itu saya laporkan ke Apif," kata dia.

    Namun, KPK kemudian menggelar OTT pada 28 November 2017 di Jambi dan Jakarta. Dalam operasi itu, KPK mengamankan 16 orang dan total uang sekitar Rp 4,7 miliar. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari total Rp 6 miliar yang akan diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Jambi demi memuluskan pengesahan RAPBD. Uang yang Iim kumpulkan diduga dipakai untuk menyuap anggota DPRD tersebut.

    Baca:  Zumi Zola Gunakan Uang Gratifikasi untuk Beli Action Figure

    Karena alasan itulah, Iim panik saat tahu ada OTT. Dia pun langsung membakar catatan tersebut. "Saya yang bakar sendiri," kata dia.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Zumi menerima gratifikasi senilai Rp 40,44 miliar dan US$ 177.300 dari para rekanan terkait sejumlah proyek di pemerintahan Provinsi Jambi. Zumi diduga menerima uang itu dari tiga orang kepercayaannya, yaitu Asrul, Apif Firmansyah dan Arfan.

    Selain itu, KPK juga mendakwa Zumi melakukan atau ikut serta memberikan janji kepada jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi untuk mengesahkan RAPBD Provinsi Jambi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.