Selasa, 18 September 2018

KPU Jelaskan Tiga Penyebab Munculnya DPT Ganda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota KPU Mojokerto mencermati nama-nama pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 8 Kelurahan Kranggan, Prajuritkulon, Mojokerto, Jawa Timur, 14 Juli 2014. TEMPO/Ishomuddin

    Anggota KPU Mojokerto mencermati nama-nama pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 8 Kelurahan Kranggan, Prajuritkulon, Mojokerto, Jawa Timur, 14 Juli 2014. TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menjelaskan tiga penyebab kemungkinan yang menyebabkan adanya daftar pemilih tetap atau DPT ganda Pemilu 2019.

    Penyebab pertama, kata Viryan, data ganda bisa terjadi karena administrasi kependudukan di masyarakat yang belum sesuai dengan aturan. Sebagai contoh, ada masyarakat yang sudah memiliki e-KTP di suatu tempat, kemudian pindah dan mengurus domisili kepindahan.

    Baca: KPU Bahas DPT Ganda Bersama Partai dan Bawaslu Hari Ini

    "Dalam kasus seperti ini, dimungkinkan terjadi data ganda. Di tempat asal ada datanya dan di tempat baru juga sudah memiliki data sendiri," ujar Viryan di kantornya pada Kamis, 6 September 2018.

    Penyebab kedua, kata Viryan, adalah terjadi perekaman data lebih dari satu kali. "Hal seperti ini juga sudah disampaikan oleh pihak Dukcapil, ini dimungkinkan terjadi," ujarnya.

    Dan penyebab ketiga adanya data ganda adalah proses entry data yang kurang tuntas. "Kurang tuntas maksudnya, bisa saja orang yang di data sebenarnya orangnya berbeda dan itu pernah terjadi saat pilkada," ujar Viryan.

    Baca: KPU Targetkan Perbaikan DPT Selesai 7 Hari

    Temuan data ganda awalnya datang dari partai koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal mengatakan, koalisinnya menemukan sekitar 25 juta data pemilih ganda. Temuan tersebut diklaim berdasarkan penelusuran dari data pemilih sementara (DPS) Pemilu 2019 sebanyak 137 juta yang sebelumnya diserahkan kepada parpol.

    Bawaslu juga mengatakan hal serupa. Lembaga pengawas itu menemukan ada potensi data pemilih ganda yang bisa mencapai 1,3 juta pemilih. Data ini berdasarkan analisis terhadap data DPT yang telah ditetapkan dari 34 provinsi. Kendati demikian, KPU tetap menetapkan DPT tersebut pada Rabu, 5 September 2018.

    Viryan mengatakan, KPU sudah mulai bekerja untuk melakukan perbaikan data sejak hari ini. KPU memiliki waktu 10 hari untuk melakukan perbaikan DPT sejak ditetapkan pada 5 September 2018.

    Baca: Banyak Data DPT Ganda, Bawaslu Minta KPU Tunda Rekapitulasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.