Kamis, 20 September 2018

Ketua MPR: Pelemahan Rupiah Jangan Disambut dengan Kepanikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam diskusi Empat Pilar  di hadapan anggota Majelis Taklim Nuzulul Khikmah, Pekon Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Lampung, Rabu malam, 5 September 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam diskusi Empat Pilar di hadapan anggota Majelis Taklim Nuzulul Khikmah, Pekon Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Lampung, Rabu malam, 5 September 2018.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta agar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak disambut dengan kepanikan. Semua tetap tenang dan tidak saling menyalahkan atau bahkan mencari kambing hitam atas terjadinya peristiwa itu. Sebaliknya, naiknya dolar AS itu harus menjadi momentum panggilan bela negara, sekaligus untuk mempererat persatuan. Karena imbas kenaikan dolar akan mudah dihadapi kalau semua komponen bangsa bersatu.

    "Naiknya dolar bisa menyebabkan kesulitan buat kita semua. Karena itu, kita harus bersatu. Yang punya dolar, jual dulu untuk membantu meredakan tekanan terhadap rupiah," kata Zulkifli menjawab pertanyaan wartawan setelah melaksanakan diskusi Empat Pilar di hadapan anggota Majelis Taklim Nuzulul Khikmah, Pekon Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Rabu malam, 5 September 2018.

    Saat ini, menurut Zulkifli pemerintah tengah berjuang untuk mengurangi tekanan rupiah terhadap dolar. Berbagai program dilakukan agar penurunan nilai rupiah bisa dikendalikan. Upaya yang dilakukan pemerintah itu, antara lain menghentikan impor barang mewah dan menunda pembangunan infrastruktur yang memiliki kandungan barang impor sangat besar.

    "Kita berharap ada peningkatan nilai ekspor sehingga mampu mendatangkan devisa. Selain itu, para eksportir juga diminta memulangkan devisanya. Inilah sikap-sikap yang bisa dilakukan sebagai bagian belakang negara," ujar Zulkifli.

    Zulkifli percaya, kalau semua anggota masyarakat bersatu memenuhi panggilan bela negara untuk memperbaiki nilai rupiah, krisis yang menimpa bangsa Indonesia saat ini akan segera teratasi. “Sebaliknya, jika situasi ini malah dimanfaatkan beberapa oknum bangsa Indonesia, maka kejatuhan nilai rupiah itu akan menimbulkan kesulitan bagi seluruh bangsa Indonesia,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.