Sah Jadi Gubernur, Edy Rahmayadi Belum Tentu Dukung Prabowo

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah seusai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah seusai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 5 September 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan belum tentu mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019 meski partai itu pendukung utamanya dan wakilnya, Musa Rajekshah. Ia belum pasti pula bakal mendukung calon inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Siapa yang mau dan bisa memakmurkan Sumatera Utara, saya akan dukung ke sana," katanya seusai pelantikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 5 September 2018. Menurut mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat ini, ia harus mempertimbangkan Sumatera Utara dalam menentukan sikap politiknya.

    Baca:
    Edy Rahmayadi Minta Pengamanan Pilkada Sumut ...
    Gerindra Curiga Isu Stroke untuk Menggembosi Edy Rahmayadi ...

    Ia belum bisa menentukan arah dukungannya saat ini lantaran kedua kubu belum ada yang mendekatinya. "Nanti saya bicara dulu. Harus untuk kepentingan Sumatera Utara bukan untuk kepentingan Edy."

    Dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah meraih 57,58 persen dukungan atau 3.291.137 suara. Keduanya diusung oleh Gerindra, PKS, PAN, Golkar, NasDem, Hanura, PBB, Demokrat, dan PKB.

    Baca: Sandiaga Uno Minta Edy Rahmayadi Ciptakan ...

    Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah mampu mengalahkan lawannya, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung oleh PDIP, PPP dan PKPI yang meraih 2.424.960 suara atau 42,42 persen.

    Pemilihan presiden 2019 akan diikuti oleh pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo - Sandiaga. Jokowi - Ma'ruf diusung oleh PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI. Sedangkan Prabowo - Sandiaga didukung Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.