Asian Games 2018 Berakhir, Jokowi: Saya Ingin Naik Motor Lagi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), Ketua Inasgoc Erick Thohir (ketiga kanan), dan CdM Indonesia untuk Asian Games 2018, Komjen Syafruddin (keempat kanan), memberi sambutan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), Ketua Inasgoc Erick Thohir (ketiga kanan), dan CdM Indonesia untuk Asian Games 2018, Komjen Syafruddin (keempat kanan), memberi sambutan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan Asian Games 2018 akan digelar pada Ahad sore, 2 September 2018. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun mengaku ingin melakukan upacara pembukaan Asian Games 2018 lagi.

    "Saya ingin naik motor lagi dan dapat sambutan. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan Indonesia Raya terus dikumandangkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Ahad, 2 September.

    Baca: Para Atlet Ini Terima Buku Tabungan Bonus Asian Games dari Jokowi

    Sebelumnya, saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018, Jokowi merupakan tokoh yang menjadi perhatian. Sebab, ketika itu, kedatangannya ke Gelora Bung Karno dari Istana Bogor dikemas dengan aksi ekstrem.

    Saat pembukaan, sebuah video yang berisi perjalanan Jokowi menuju GBK dari Istana Bogor diputar. Dalam tayangan itu, rombongan Jokowi yang tengah berjalan beriringan terjebak macet oleh warga Jakarta yang memadati jalan untuk menyaksikan acara pembukaan Asian Games 2018.

    Demi menembus kemacetan, Jokowi, yang diperankan oleh stuntman, memilih keluar dari mobilnya dan menaiki sepeda motor besar milik Pasukan Pengamanan Presiden. Berbagai aksi ekstrem dilakukan Jokowi dengan sepeda motor besar itu untuk bisa sampai di GBK. Mulai menerbangkan sepeda motor, meliuk-liuk di tengah kemacetan dan gang-gang sempit Jakarta, hingga rem mendadak dengan gaya stoppie.

    Baca: Asian Games 2018 Berakhir, Ini Beberapa Catatan Erick Thohir

    Jokowi mengatakan dia sangat bangga atas prestasi para atlet. Ia mengapresiasi perjuangan dan dedikasi mereka dalam meraih medali.

    Jokowi mengatakan, bukan rakyat saja terkejut, tapi dunia juga terkejut dengan torehan sejarah yang diciptakan para atlet. Sebab, di Asian Games sebelumnya, Indonesia hanya meraih empat medali emas. "Kemudian melompat menjadi 31 emas," kata dia.

    Tak hanya para atlet, Jokowi juga mengapresiasi kesuksesan pihak penyelenggara Asian Games. Ia memahami bahwa melayani 17 ribu atlet dan official yang datang ke Indonesia merupakan hal yang sulit.

    Selain itu, pemerintah hanya diberikan waktu singkat 3,5 tahun untuk menyiapkan infrastruktur fasilitas olahraga internasional. Padahal, kata Jokowi, negara lain mempersiapkan diri selama 8-10 tahun.

    "Kita hanya 3,5 tahun. Pak Wapres hampir setiap hari Minggu, pak menteri, datang lihat, check venue, saya juga cek, cek. Ini manajemen yang sudah kita hadirkan dari negara untuk mempersiapkan perhelatan besar Asian Games 2018," kata Jokowi.

    Baca: Klasemen Akhir Medali Asian Games 2018: Indonesia Posisi Ke-4


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.