Prabowo: Negara Begitu Kaya, Tapi Rakyatnya Banyak yang Miskin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Prabowo Subianto tiba untuk mengikuti upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bakal calon presiden Prabowo Subianto tiba untuk mengikuti upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto menyorot utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Baca juga: Prabowo: Indonesia Terancam Menjadi Negara Miskin Selamanya

    “Saudara-saudara, utang Pemerintah kita naik terus. Sekarang hitungannya naiknya Rp 1 triliun setiap hari,” kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan, pada 1 September 2018.

    Selain itu, ia juga melihat melemahnya nilai tukar rupiah lantaran ekonomi Indonesia tak kunjung menguat.

    Tercatat pada akhir pekan ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 14.700. Prabowo menilai, ekonomi Indonesia tidak akan kuat selama produksi dan kekayaan dalam negeri mengalir ke negeri.

    “Harus ada perubahan sistem ekonomi untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang semakin sulit,” ucap Prabowo. Kondisi ekonomi yang merosot itu membuat ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin di Indonesia.

     Baca juga: Prabowo Sebut Utang Pemerintah Naik Rp 1 Triliun Setiap Hari

    Prabowo yang berbicara saat meluncurkan buku barunya, Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin memaparkan kontradiksi kekayaan Indonesia di tengah situasi masyarakat yang miskin. “Saya sedih ada kejanggalan. Negara begitu kaya tapi rakyatnya banyak sekali yang miskin,” ucap dia.

    Mengutip dari Data Bank Dunia, Prabowo mengatakan, di Indonesia ada 40 orang terkaya yang memiliki kekayaan 584 kali rata-rata orang Indonesia lainnya.

    "Pertumbuhan ekonomi tidak naik, Indonesia terancam negara miskin selamanya. Ya benar ada orang Indonesia yang kaya raya. Satu persen menguasai setengah kekayaan, 10 persen terkaya menguasai 75 persen kekayaan Indonesia," ucap Prabowo.

    Baca juga: Rupiah 14.700, Prabowo: Resepnya Harus Taat ke UUD

    Ketua Umum Partai Gerindra ini pun mengimbau agar pemerintah bisa menaati undang-undang yang mengatur kekayaan dalam negeri. Saran itu ia utarakan agar Indonesia bisa mencapai tujuan suatu negara.

    “Adalah yang disebut life, atau kehidupan. Kehidupan yang layak, aman, dan sejahtera. Lalu, memiliki kebebasan berpendapat, berkumpul, tidak dikriminalisasi. Tujuannya agar seluruh rakyat bahagia,” ucap Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.