Ali Mochtar Ngabalin dan Sederet Pernyataan Kontroversialnya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo (kiri) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Ali Mochtar Ngabalin (kanan) memberi keterangan pada wartawan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo (kiri) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Ali Mochtar Ngabalin (kanan) memberi keterangan pada wartawan di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ali Mochtar Ngabalin tersohor atas kebiasaannya melontarkan pernyataan kontroversial. Sejak menjadi Direktur Politik tim sukses Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2014, hingga kini menjadi bagian dari Kantor Staf Presiden di pemerintahan Joko Widodo, politikus Partai Golkar ini acap menyerang lawan politiknya dengan sejumlah tudingan tajam.

    Baca: Ngabalin Tuding #2019GantiPresiden Mau Kacaukan Pemilu

    Berikut ini sejumlah pernyataan kontroversial Ngabalin sejak ditunjuk menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden pada 24 Mei lalu.

    Meminta Amien Rais tak bertindak seperti Allah
    Ngabalin meminta mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais tak bertindak seperti Tuhan. "Jangan Anda bertindak seperti Allah kemudian menurunkan takdir berbuat semaumu," kata Ngabalin di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu, 30 Mei 2018.

    Pernyaataan ini disampaikan Ngabalin merespons pidato Amien saat rapat koordinasi nasional Penyelenggaraan Alumni 212 di Cibubur, Jakarta Timur pada Selasa, 29 Mei 2018. Dalam pidatonya, Amien melontarkan kalimat bahwa Presiden Joko Widodo akan dilengserkan oleh Allah SWT pada 2019.

    Menurut Ngabalin, keputusan Allah adalah suatu hal yang gaib. Ia mengatakan tidak ada orang yang bisa menentukan kegaiban Allah. "Man jadda wa jada, siapa bekerja dia dapat, siapa berusaha dia dapat. Nanti Allah yang mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum mau berubah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.