KPK Harap Idrus Marham Bongkar Pihak Lain di Kasus PLTU Riau-1

Reporter

Editor

Amirullah

Wartawan mengambil gambar tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Idrus Marham, saat menaiki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK berharap mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham membuka peran pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1. KPK berharap sikap kooperatif Idrus dapat membongkar peran pihak lain dalam kasus ini.

Baca: Ditahan KPK, Idrus Marham: Pelan-Pelan Saja

"Lebih baik yang bersangkutan kooperatif mengungkap kalau ada pihak lain yang terlibat, sehingga perkara bisa lebih terang," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2018.

Menurut Alex, sikap kooperatif juga akan lebih baik untuk Idrus. "Sikap kooperatif itu jauh lebih baik untuk Pak Idrus," kata dia.

Sebelumnya, KPK resmi menahan Idrus Marham usai diperiksa sebagai tersangka hari ini. "Ditahan untuk 20 hari ke depan di rumah tahanan KPK kavling 4," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Baca: Penahanan Idrus Marham untuk Percepat Penyidikan Suap PLTU Riau-1

KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka ketiga kasus PLTU Riau sejak Jumat, 24 Agustus 2018. KPK menyangka Idrus menerima janji berupa hadiah uang US$ 1,5 juta dari eks pemegang saham Blackgold Natural Limited Resources Limited Johanes Budisutrisno Kotjo untuk memuluskan persetujuan kerja sama proyek tersebut.

Alex mengatakan keputusan penahanan Idrus Marham merupakan alasan subyektif penyidik. Menurut dia, penyidik ingin mempercepat proses penyidikan Idrus. "Karena salah satu hak tersangka supaya proses hukumnya berjalan cepat," kata dia.






KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

13 jam lalu

KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

KPK resmi melimpahkan perkara korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Berkas atas nama terdakwa Irfan Kurnia Saleh.


KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

20 jam lalu

KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

KPK meminta istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif.


Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

23 jam lalu

Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

Istri dan anak Lukas Enembe absen dari pemeriksaan KPK tanpa alasan yang jelas.


KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

1 hari lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

1 hari lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

1 hari lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

2 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

2 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.