Airlangga: Suap PLTU Riau-I Tak Ada Hubungannya dengan Golkar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama beberapa kader saat menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (<i>quick count</i>) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Gaya Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama beberapa kader saat menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah berbagai tudingan bahwa partainya menerima aliran duit suap proyek PLTU Riau-I untuk acara Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Golkar pada Desember 2017.

    "Kejadian dan sequence waktunya jelas, kapan kegiatan ini diinisiasi dan kapan Munaslub Golkar diadakan. Itu tidak ada hubungannya. Kenapa asik ganggu Golkar terus," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 30 Agustus 2018.

    Baca: Eni Saragih Miliki Bukti Aliran Dana Suap PLTU Riau-1 ke Golkar

    Airlangga menjelaskan duit proyek PLTU Riau-1 itu tidak ada hubungannya dengan Partai Golkar. "Kemudian apa yang dilakukan pribadi itu tidak ada hubungannya dengan institusi partai, jadi jelas disitu," ujarnya.

    Bantahan demi bantahan tersebut muncul setelah Wakil Ketua Komisi Energi DPR yang juga politikus Golkar Eni Maulani Saragih menyatakan bahwa sebanyak Rp 2 miliar duit suap yang diterimanya mengalir untuk Munaslub Golkar. Eni Saragih menjadi tersangka kasus suap PLTU Riau-I atas dugaan menerima suap dari pengusaha Johannes Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, yang juga telah menjadi tersangka. "Yang sama terima Rp2 miliar, saya gunakan untuk Munaslub," kata Eni seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Senin, 25 Agustus 2018.

    Baca: KPK: Pemanggilan Panitia Munaslub Golkar Tergantung Penyidik

    Adapun Munaslub Golkar pada Desember 2017 memutuskan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi e-KTP.

    Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan partainya siap diaudit ihwal dugaan aliran duit suap proyek PLTU Riau-I dari Eni Saragih. "Kami bahkan kecewa, karena Ibu Eni selaku bendahara tidak memberikan kontribusi sepeser pun untuk Munaslub," ujar menteri sosial itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.