Demokrat Sebut Deddy Mizwar Belum Menjadi Jubir Jokowi - Ma'ruf

Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (tengah), menunjukkan jari berlumur tinta setelah mencoblos di TPS 61 Jatiwaringin, Bekasi, Rabu, 27 Juni 2018. Terdapat 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat belum mengambil keputusan soal kabar Deddy Mizwar yang didapuk menjadi salah satu anggota juru bicara bakal calon presiden Joko Widodo - Ma’ruf Amin. “Pak Demiz (Deddy Mizwar) belum menjadi juru bicara, Bapak Deddy Mizwar masih menjadi Ketua MPD (Majelis Pertimbangan Daerah) Partai Demokrat Jawa Barat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Irfan Suryanagara di kantor sekretariat partainya, di Bandung, Kamis, 30 Agustus 2018.

Baca: Timses Sebut Deddy Mizwar Minta Bergabung ke Kubu Jokowi

Sebelumnya sejumlah pengurus Partai Demokrat Jawa Barat menggelar rapat tertutup bersama Deddy Mizwar. Rapat yang berlangsung kurang lebih satu jam itu membahas kabar penunjukan Deddy Mizwar menjadi juru bicara Calon Presiden inkumben Jokowi - Ma’ruf. Kabar ini tentu hangat diperbincangkan sebab Demokrat mendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Irfan mengatakan, kepada forum rapat, Deddy Mizwar mengaku belum mengantongi surat yang menyatakan ia menjadi juru bicara Jokowi - Ma'ruf. Sehingga, kata Irfan, Deddy Mizwar masih merupakan ketua MPD Partai Demokrat Jawa Barat.

Kendati demikian, Irfan mengaku ada ancaman sanksi dalam AD/ART partai jika kader mengambil sikap berseberangan dengan partai, termasuk soal dukungan dalam Pilpres 2019. Tapi untuk kedudukan setingkat Ketua MPD Partai Demokrat Jawa Barat, soal tersebut menjadi ranah DPP Partai Demokrat.

“Pemberhentian dan pengangkatan MPD dan DPD itu hak DPP. Tapi yang jelas, Wallahi, yang disampaikan oleh Pak Deddy Mizwar bahwa dia kader Demokrat, dia ketua MPD, dan sampai saat ini tidak ada surat apapun sebagai juru bicara. Kalau sudah begitu, mau bicara apa?” kata Irfan.

Simak juga: Penjelasan Deddy Mizwar Soal Jadi Juru Bicara Jokowi - Ma'ruf

Sementara itu, Deddy Mizwar enggan mengungkapkan hasil rapat tersebut. “Kami sudah rapat tadi, rapat pengurus DPD Jawa Barat, sekarang saya menyerahkan semuanya hasil pembahasan tadi kepada ketua DPD Demokrat Jawa Barat,” kata dia, Kamis, 30 Agustus 2018.






AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

10 jam lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

14 jam lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

16 jam lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

17 jam lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.


NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

17 jam lalu

NasDem 90 Persen Usung Anies Baswedan, Koalisi Diumumkan November Mendatang

Anies Baswedan disebut sebagai calon presiden yang paling berpeluang untuk diusung oleh koalisi NasDem, Demokrat dan PKS.


NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

2 hari lalu

NasDem Sebut Koalisi dengan PKS dan Demokrat Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Partai NasDem dan calon mitra koalisinya memilih berhati-hati daripada terburu-buru dalam meresmikan koalisi.


Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

2 hari lalu

Survei LSJ: PDIP Unggul dengan 22,8 Persen Disusul Gerindra, Demokrat Melejit ke Posisi Empat

PDIP memiliki elektabilitas tertinggi 22,8 persen disusul dengan Partai Gerindra dengan 16,9 persen. Kemudian Golkar dengan 10,3 persen.


PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

2 hari lalu

PKS Belum Pastikan Ikuti NasDem Umumkan Capres dan Koalisi November

PKS disebut-sebut bakal berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai NasDem. Ketiganya mengatakan telah menjalin komunikasi yang intensif.


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

3 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

3 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.