Bertemu Pimpinan Aisyiyah, Sandiaga Bahas Pemberdayaan Emak-Emak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cawapres Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Beringharjo dalam lawatannya ke Yogya Kamis, 30 Agsutus 2018. Tempo/ Pribadi Wicaksono

    Bakal Cawapres Sandiaga Uno blusukan ke Pasar Beringharjo dalam lawatannya ke Yogya Kamis, 30 Agsutus 2018. Tempo/ Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menemui Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, di kediamannya di Dusun Peleman, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Yogyakarta Kamis sore 30 Agustus 2018.

    Baca: Sandiaga Serukan Kubu #2019GantiPresiden - #Jokowi2Periode Rukun

    Sandiaga mengatakan dalam pertemuan tersebut ia banyak menyerap masukan terkait pemberadayaan perempuan. "Kami tidak berbicara soal politik praktis, namun silaturahmi membahas soal bagaimana keterlibatan perempuan ke depan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” kata Sandiaga.

    Sandiaga menuturkan perempuan memiliki peranan penting dalam membangun bangsa. Perempuan, kata dia, tidak bisa lagi didudukan sekedar sebagai ibu rumah tangga. “Perempuan itu sekarang seperti menjadi pilar dalam menopang ekonomi keluarga, dan Aisyiyah ini dapur untuk menggali aspirasi itu,” kata Sandiaga.

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini menuturkan pertemuannya dengan Sandiaga memang tak menyinggung politik praktis. Namun justru mengulas soal peran perempuan dalam bidang pendidikan, terutama pendidikan politik yang sehat dan mencerdaskan.

    Simak juga: Sandiaga: Kelompok #2019GantiPresiden Lebih Sreg Anies Baswedan

    “Kami memberi masukan kepada Pak Sandi, termasuk dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti bisa membawa semangat kedamaian, kejujuran, kebaikan, sehat, dan penuh agenda menggembirakan untuk pendidikan politik,” kata dia. “Pak Sandiaga berjanji akan memprioritaskan program ekonomi dan itu selaras dengan prinsip Aisyiyah, perekonomian ini pilar keempat untuk memberdayakan perempuan dalam organisasi Aisyiyah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.