Kader Demokrat Dibajak ke Tim Jokowi, Andi Arief Berang ke PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • E. E. Mangindaan mewakili Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sikap partainya dalam pilpres 2019 di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    E. E. Mangindaan mewakili Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sikap partainya dalam pilpres 2019 di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, selain Deddy Mizwar, beberapa kader Demokrat sudah melapor ke partai untuk merapat jadi tim sukses pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Masuk Tim Jokowi, Deddy Mizwar Diminta Mundur dari Demokrat

    Informasi yang beredar, ada nama Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo dan Ketua DPD Partai Demokrat Papua, Lukas Enembe yang akan segera bergabung menjadi timses Jokowi-Ma'ruf Amin. Andi tidak membantah bahwa nama-nama tersebut diajak menjadi timses Jokowi. "Ya kira-kira begitu. Masih ada lagi di beberapa daerah," ujar Andi Arief saat dihubungi Tempo pada Kamis, 30 Agustus 2018.

    Dia menyebut hal tersebut dengan istilah 'pembajakan'. "Saya tidak mengerti kenapa Ibu Megawati merestui Hasto (Sekjen PDIP) yang rajin membajak kader Demokrat untuk gabung ke tim Jokowi. Apakah PDIP sudah sangat miskin kader berkualitas?," ujar Andi.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding mengatakan, selain Deddy Mizwar, memang akan ada kader Demokrat lain yang bergabung ke timses Jokowi. "Ya ada beberapa (kader Demokrat yang akan bergabung). Tapi masih harus betul-betul dipastikan," ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta pada Rabu malam, 29 Agustus 2018.

    Baca juga: Jadi Jubir Kubu Jokowi, Deddy Mizwar Bakal Dievaluasi Demokrat

    Direktur Relawan Timses Jokowi-Ma'ruf Amin Maman Imanul Haq juga mengatakan, komunikasi ihwal hal tersebut pun masih terus dilakukan oleh Sekretaris Timses, Hasto Kristiyanto. "Komunikasi terus dilakukan oleh Pak Hasto," ujar Maman saat ditemui di Jakarta, kemarin.

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, partainya meminta Deddy Mizwar untuk segera mundur dari Demokrat jika ingin menjadi timses Jokowi. Seperti halnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi yang telah mundur terlebih dahulu karena mendukung Jokowi.

    Adapun untuk Soekarwo, ujar Ferdinand, dalam pertemuan terakhir pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Soekarwo menyatakan setia di garis politik Demokrat yang saat ini mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019.

    Baca juga: Deddy Mizwar Jadi Juru Bicara Kubu Jokowi - Ma'ruf Amin

    Untuk Lukas Enembe, ujar Ferdinand, partainya memang menyadari bahwa ada karakteristik pemilih yang khusus di daerah Papua. Kendati demikian, sampai saat ini Lukas belum pernah secara resmi menyatakan bergabung dengan timses Jokowi-Ma'ruf. "Tapi di Rakorda DPD Papua lalu, memang menginginkan berkoalisi dengan Pak Jokowi. Ini akan kami pertimbangkan," ujar Ferdinand.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.