KPK: Pemanggilan Panitia Munaslub Golkar Tergantung Penyidik

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih berusaha menghindari awak media saat bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan pada Sabtu malam, 14 Juli 2018. Sebelumnya, KPK menangkap sembilan orang, terdiri atas anggota DPR, staf ahli, sopir, dan pihak swasta dalam OTT di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat, 13 Juli 2018. ANTARA.

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan lembaganya tak menutup kemungkinan untuk memanggil panitia musyawarah nasional luar biasa atau munaslub Partai Golkar untuk mengonfirmasi adanya dugaan aliran dana suap yang digunakan tersangka Eni Maulani Saragih untuk membiayai kegiatan tersebut.

"Tergantung kebutuhan penyelidikan," kata Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan pada Rabu, 29 Agustus 2018.

Baca: Golkar Bantah Ada Aliran Dana PLTU Riau untuk Katering Munaslub

Kuasa hukum Eni, Fadli Nasution sebelumnya mengungkap ada aliran dana kasus suap proyek PLTU Riau-1 sebesar Rp 2 miliar yang mengalir ke munaslub Golkar dari Eni. Eni pun membenarkan adanya sebagian uang suap yang dia terima dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo digunakan untuk pembiayaan munaslub Golkar Desember tahun lalu. "Yang Rp 2 miliar, saya gunakan untuk Munaslub," ujarnya usai diperiksa KPK pada Senin, 25 Agustus 2018. Eni telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap proye PLTU Riau-1 itu.

Febri mengatakan KPK akan menelusuri informasi tersebut. "Kami tentu akan cermati dugaan aliran dana itu mengalir ke mana saja. Apakah berhenti pada tersangka yang menerima atau digunakan untuk kepentingan kegiatan partai politik," ujarnya.

Baca: Uang Suap PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar? Setya: Katanya Benar

Sementara itu, Golkar sudah membantah kabar tersebut. Melalui Ketua Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan tidak ada aliran duit suap proyek PLTU Riau-I dari Eni Saragih untuk kepentingan kegiatan Golkar. "Saya sebagai Ketua OC Munaslub tidak pernah mendapatkan uang sepeserpun dari Saudara Eni Saragih untuk pembiayaan Munaslub tersebut," ucap Agus melalui keterangan tertulisnya yang diterima Tempo pada Ahad malam, 26 Agustus 2018.

Dalam kasus suap PLTU Riau-1, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Menteri Idrus Marham, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo, dan Eni Saragih. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan konsorsium yang akan mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

KPK menduga Eni menerima suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan pembangkit listrik di Riau itu. Sedangkan Idrus Marham diduga menggunakan pengaruhnya dalam proses proyek tersebut. Pemberian uang disinyalir untuk mempermudah penandatanganan kontrak kerja sama yang akan berlangsung setelah Blackgold menerima letter of intent (LOI) pada Januari lalu.

Baca: Eni Saragih Miliki Bukti Aliran Dana Suap PLTU Riau-1 ke Golkar






KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

12 jam lalu

KPK Limpahkan Kasus Korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan

KPK resmi melimpahkan perkara korupsi Heli AW-101 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Berkas atas nama terdakwa Irfan Kurnia Saleh.


KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

20 jam lalu

KPK Ancam Jemput Paksa Istri dan Anak Lukas Enembe

KPK meminta istri dan anak Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatif.


Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

22 jam lalu

Istri dan Anak Lukas Enembe Mangkir dari Panggilan KPK

Istri dan anak Lukas Enembe absen dari pemeriksaan KPK tanpa alasan yang jelas.


KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

1 hari lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


Politikus Senior Golkar Dukung Anies Baswedan Jadi Calon Presiden 2024

1 hari lalu

Politikus Senior Golkar Dukung Anies Baswedan Jadi Calon Presiden 2024

Politikus senior Golkar itu menyebut Anies Baswedan sebagai juniornya di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).


Pertemuan Puan Maharani dan Airlangga Diperkirakan Digelar Sabtu Ini

1 hari lalu

Pertemuan Puan Maharani dan Airlangga Diperkirakan Digelar Sabtu Ini

Sebelumnya Puan Maharani telah sowan ke Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

1 hari lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

1 hari lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.