400 Insinyur akan Dampingi Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Gempa Lombok membutuhkan bantuan berupa makanan, terpal dan selimut juga obat-obatan di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Selasa 22 Agustus 2018.

    Warga Gempa Lombok membutuhkan bantuan berupa makanan, terpal dan selimut juga obat-obatan di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, Selasa 22 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan perbaikan rumah korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dilakukan mulai Sabtu, 1 September 2018. Pemerintah akan mengirim insinyur muda calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk membantu rehabilitasi dan rekonstruksi rumah. "Pemerintah mengirimkan 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok." Presiden Jokowi mencuit melalui akun pribadinya di Twitter, pada 29 Agustus 2018.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan insinyur muda merupakan CPNS tahun 2017. Mereka akan diberangkatkan secara bertahap mulai Kamis, 30 Agustus 2018 dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI. Para insinyur akan mendampingi pembangunan rumah masyarakat yang ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan mendatang.

    Baca:
    Jonatan Christie Sisihkan Bonusnya Untuk Korban Gempa Lombok
    Masa Transisi Gempa Lombok, Ini yang ...

    Kepala Negara memberikan bantuan Rp50 juta bagi tiap kepala keluarga yang rumahnya rusak berat akibat gempa Lombok. Masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI. "Rekuitmen 135 tenaga fasilitator pendamping sedang berlangsung." Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan dalam keterangan tertulis, Rabu 29 Agustus 2018.

    BNPB memverifikasi 32.129 dari 83.392 unit rumah yang rusak akibat gemba Lombok 7.0 skala Richter sejak 29 Agustus 2019. Menurut Sutopo angka itu masih bisa bertambah."Proses pendataan masih berlangsung oleh para petugas dan relawan."

    Baca: Penanganan Gempa Lombok, Mensos: Ada ...

    Sutopo mengatakan dari sebaran 83.392 unit rumah rusak terdapat di Kabupaten Lombok Utara 23.098, di Lombok Barat 37.285 unit, di Lombok Timur 7.280 unit, di Lombok Tengah 4.629 unit, Kota Mataram 2.060 dan Sumbawa 9.040.

    Sedangkan 32.129 yang sudah diverifikasi terdata di Kabupaten Lombok Utara 12.493 unit, Lombok Barat 11.787 unit, Lombok Timur 3.121 unit, Lombok Tengah 3.246 unit, Kota Mataram 1.482 unit. Sebanyak 16.231 rumah dari yang sudah terverifikasi rusak berat. "Sisanya rusak ringan dan sedang."

    Simak: Desakan Status Bencana Nasional untuk Gempa Lombok

    BNPB telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp250 miliar. BNPB juga sudah mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk bantuan perbaikan rumah untuk korban gempa Lombok.

    VINDRY FLORENTIN | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.