BMKG Catat 17 Kali Gempa Guncang Kupang Kemarin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2space.net

    2space.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada Selasa siang hingga pukul 22.30 WITA, sudah 17 kali gempa mengguncang Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Baca juga: Ini Penyebab Verifikasi Rumah Rusak Akibat Gempa Lombok Tersendat

    "Hingga pukul 22.30 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 17 kali setelah gempa 6,2 SR pada pukul 14.08.10 WIB," kata Kepala BMKG Kampung Baru - Kupang Robert Owen Wahyu di Kupang, Selasa 28 Agustus 2018.

    Menurut dia, gempa terakhir terjadi pada pukul 21.40.29 WITA dengan sekala M=3.

    Episentrum gempa terletak pada koordinat 10,87 Lintang Selatan dan 124,16 Bujur Timur pada 97 km tenggara Kabupaten Kupang di kedalaman 10 km.

    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi di Laut Timor ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas tektonik di outer-rise.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa di wilayah Laut Timor ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (Thrust Fault). Gempa bumi berdasarkan peta tingkat guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Kota Kupang I SIG-BMKG (I-II MMI).

    Baca juga: Dana Rp 1,9 Triliun Telah Dikucurkan untuk Gempa Lombok

    Hingga Selasa malam belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Menurut BMKG, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

    Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.