Eni Saragih Miliki Bukti Aliran Dana Suap PLTU Riau-1 ke Golkar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih saat masuk ke mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Sabtu malam, 14 Juli 2018. Eni Saragih resmi ditahan KPK setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) atas kasus dugaan suap terkait dengan proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    Ekspresi Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih saat masuk ke mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Sabtu malam, 14 Juli 2018. Eni Saragih resmi ditahan KPK setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) atas kasus dugaan suap terkait dengan proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih mengatakan mempunyai bukti soal dugaan aliran dana suap PLTU Riau-I ke Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar 2017. "Pokoknya semua fakta sudah saya sampaikan ke penyidik," kata dia seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Baca: Biaya Katering Munaslub Golkar Diduga Berasal dari Suap PLTU Riau

    Sebelumnya KPK menetapkan Eni Saragih serta mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka. Eni diduga menerima uang suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes. Sementara Idrus diduga menerima janji US$ 1,5 juta untuk memuluskan penandatanganan kerjasama proyek itu.

    Eni mengatakan menggunakan dana suap sebanyak Rp 2 miliar untuk membiayai Munaslub Partai Golkar yang digelar di Jakarta Convention Center 19-20 Desember 2017. Eni menjadi Bendahara Panitia penyelenggara acara yang akhirnya mendapuk Airlangga Hartarto menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto.

    Menurut sumber Tempo yang mengetahui proses penyidikan kasus ini, sebagai bendahara, Eni bertugas mencari dan menyalurkan dana untuk penyelenggaraan acara. Dia mengatakan uang Rp 2 miliar itu dipakai untuk membayar kegiatan Steering Committee seperti membayar hotel dan katering.

    Sumber yang sama menyebut Eni memiliki sebagian bukti pemakaian dana itu untuk Munaslub Golkar. Eni, kata dia, memiliki bukti pembayaran sebanyak Rp 600 juta dari total Rp 2 miliar. Soal perannya itu, Eni menyebut dirinya adalah petugas partai. "Saya sudah sampaikan ke penyidik bahwa saya adalah petugas partai," kata dia.

    Baca: Uang Suap PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar? Setya: Katanya Benar

    Ketua Steering Committee Munaslub Golkar Ibnu Munzir membantah tudingan tersebut. Dia mengatakan Steering Committee tidak mengurusi soal pembiayaan acara. Steering Committee, kata dia, hanya bertugas membuat konsep acara. "SC hanya membuat konsep, pelaksana acara adalah OC (Organizing Committee)," kata dia dihubungi Selasa, 28 Agustus 2018.

    Adapun Ketua Organizing Committee Munaslub Golkar 2017, Agus Gumiwang Kartasasmita telah membantah ada aliran duit suap proyek PLTU Riau-I dari Eni Saragih. "Saya sebagai Ketua OC Munaslub tidak pernah mendapatkan uang sepeser pun dari Saudara Eni Saragih untuk pembiayaan Munaslub tersebut," kata dia dalam keterangan tertulis, Ahad, 26 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.