Kata Fadli Zon Soal Penolakan Gerakan #2019GantiPresiden

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan membentangkan spanduk saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. Dalam kegiatan tersebut, para relawan membacakan aspirasi yang menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 agar tertib dan lancar, sehingga terwujudnya 2019 Ganti Presiden. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah relawan membentangkan spanduk saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. Dalam kegiatan tersebut, para relawan membacakan aspirasi yang menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2019 agar tertib dan lancar, sehingga terwujudnya 2019 Ganti Presiden. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan kejadian penolakan deklarasi #2019GantiPresiden yang menimpa Neno Warisman dan Ahmad Dhani membuat keresahan di kalangan masyarakat.

    Baca: Neno Warisman Tak Kapok Deklarasi #2019GantiPresiden

    Menurut Fadli, aparat keamanan yang ikut terlibat dalam penolakan deklarasi tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya. "Oknum-oknum aparat keamanan tersebut justru yang melakukan upaya persekusi dan menghalang-halangi warga negara yang mau menyatakan pendapat," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Fadli mengatakan DPR melalui Komisi Pertahanan dan Komisi Hukum akan memproses laporan yang masuk terkait dengan penolakan deklarasi #2019GantiPresiden untuk kemudian diteruskan pada Presiden Joko Widodo dan instansi terkait.

    Baca: Ngabalin Tuding #2019GantiPresiden Mau Kacaukan Pemilu

    Langkah tersebut, kata Fadli, bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Pihak-pihak yang melakukan satu tindakan melawan hukum terhadap kebebasan berpendapat saya kira harus ada mekanisme hukum untuk menyelesaikannya," ujarnya.

    Sebelumnya, sejumlah massa melakukan aksi penghadangan untuk menolak kedatangan aktivis gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Sabtu sore hingga malam, 25 Agustus 2018. Rencananya, Neno akan menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden pada Ahad, 26 Agustus 2018. Neno akhirnya dipulangkan ke Jakarta setelah aksi penolakan tersebut sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif. Neno Warisman juga pernah ditolak ketika akan datang ke acara #2019GantiPresiden di Batam pada akhir Juli lalu.

    Setali tiga uang dengan Ahmad Dhani, ia terpaksa batal hadir dalam acara deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya, Ahad, 26 Agustus 2018. Ratusan massa mengepung Hotel Majapahit Jalan Tunjungan, meminta Dhani untuk mengurungkan niatnya.

    Baca: Mardani Sebut Kegiatan #2019GantiPresiden Bakal Terus Berjalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.