OTT Hakim, KY Akan Temui Ketua Pengadilan Tinggi Medan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Sukma Violetta mengatakan pihaknya segera melakukan tindakan terkait dengan tiga orang hakim yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Medan, Sumatera Utara.

    "Terkait OTT terhadap hakim PN Medan, besok kami berencana ke Medan untuk bertemu dengan Ketua Pengadilan Tinggi Medan," kata Sukma melalui pesan singkat kepada Antara, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Baca: OTT KPK di Medan, Hakim dan Panitera Ditangkap

    Namun Sukma belum bisa memaparkan substansi pertemuannya dengan Ketua PT Medan. "Kami memang sudah merencanakan beberapa hal, tapi belum bisa disampaikan kepada media," kata dia.

    Pada Selasa, 28 Agustus 2018, KPK melakukan OTT terhadap tiga orang hakim PN Medan, yaitu Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Meraoke dan Merry Purba. Wahyu adalah Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan yang memvonis terdakwa Meliana selama 18 bulan penjara dalam kasus penistaan agama.

    Baca: OTT KPK di PN Medan, Hakim yang Vonis Meliana Ikut Ditangkap

    Selain tiga orang hakim itu, KPK menangkap lima orang lainnya, yaitu panitera pihak lain. Sampai saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan dan belum mengungkapkan status dari 8 orang yang ditangkap itu. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status terhadap mereka.

    Sementara itu, Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi menjelaskan bahwa OTT ini terkait dengan perkara tindak pidana korupsi. "Karena yang diamankan termasuk Merry Purba, dia itu hakim ad hoc, berarti ini terkait perkara tindak pidana korupsi, tapi perannya untuk apa dan perkara apa belum diketahui," ujarnya.

    Baca: KPK: OTT di Medan Terkait Penanganan Kasus Korupsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?