Kementerian Pertahanan Pameran Inovasi Alat Pertahanan Negara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kalitbang Kementerian Pertahanan, Anne Kusmayati saat melihat bursa pameran pengembangan penelitian Kemenhan 2018 di Balitbang Kemenhan, Selasa 28 Agustus 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ ,

    Kalitbang Kementerian Pertahanan, Anne Kusmayati saat melihat bursa pameran pengembangan penelitian Kemenhan 2018 di Balitbang Kemenhan, Selasa 28 Agustus 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ ,

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan menggelar pameran hasil inovasi alat pertahanan negara. Bekerja sama dengan TNI, serta perguruan tinggi dan industri pertahanan, acara ini memamerkan puluhan alat pertahanan. Kepala Litbang Kementerian Pertahanan, Anne Kusmayati mengatakan alat-alat yang pamerkan merupakan hasil dari riset dari baik dari Litbang Kementerian Pertahanan, perguruan tinggi, dan kalangan industri.

    "Ini hasil penelitian anak negeri,"  kata Anne saat ditemui di kantornya Jakarta Selatan, Selasa 28 Agustus 2018.

    Baca: 
    Anggaran Kementerian Pertahanan Naik 10 Kali ... 
    Kemhan Akan Bertemu Avanti Soal Gugatan ... 

    Pameran penelitian dan pengembangan ini diikuti oleh empat kementerian dan lembaga negara, lima perwakilan TNI, enam perguruan tinggi, 25 industri pertahanan.

    Peralatan yang dipamerkan di antaranya kapal selam mini. “Inovasi ini adalah salah satu lompatan teknologi,” kata Anne.

    Baca: Kemhan Akan Bertemu Avanti Soal Gugatan ... 

    Kementerian Pertahanan bertekad hasil inovasi kali ini ditargetkan sampai pada tahap produksi secara komersial. "Jadi bukan hanya sampai inovasi, " ujarnya.

    Menurut Anne, inovasi dan penelitian oleh Kementerian Pertahanan merupakan pondasi untuk menuju negara yang mandiri dengan alat peralatan pertahanan yang dikembangkan sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.