Idrus Marham Tak Akan Ajukan Praperadilan untuk Melawan KPK

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Idrus Marham (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya selaku Menteri Sosial kepada Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. Idrus mengatakan surat penetapannya sebagai tersangka korupsi oleh KPK sudah disampaikan pada Kamis, 23 Agustus 2018. ANTARA

    Idrus Marham (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya selaku Menteri Sosial kepada Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. Idrus mengatakan surat penetapannya sebagai tersangka korupsi oleh KPK sudah disampaikan pada Kamis, 23 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Idrus Marham, Samsul Huda mengatakan, kliennya tidak akan mengajukan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Baca: KPK Periksa Suami Eni Saragih untuk Tersangka Idrus Marham

    "Bapak Idrus Marham tidak pernah berpikir untuk mengajukan praperadilan. Dia akan mengikuti seluruh proses hukum," ujar Samsul Huda lewat keterangannya yang diterima Tempo pada Senin, 27 Agustus 2018.

    Idrus, kata Samsul, akan kooperatif mengikuti proses hukum, baik dalam pemeriksaan sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

    Baca: Pengamat: Idrus Marham Mundur Tak Ingin Seperti Setya Novanto

    Idrus Marham ditetapkan sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1 oleh KPK pada Jumat, 24 Agustus 2018. Dia diduga dijanjikan menerima uang senilai US$ 1,5 juta untuk memuluskan proyek yang melibatkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih dan pengusaha bernama Johanes B. Kotjo, pemegang saham satu anggota konsorsium proyek PLTU Riau-1, yaitu Blackgold Natural Resources.

    Baca: Sandiaga Puji Idrus Marham: Saya Acungkan Empat Jempol

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebutkan, KPK masih mendalami pengembangan kasus dugaan suap PLTU Riau-1, termasuk dugaan aliran dana dugaan suap tersebut. Basaria mengatakan, hingga saat ini penyidik masih fokus pada pokok perkara. "Untuk saat ini belum bisa dipastikan apakah ada aliran dana tersebut ke partai atau tidak," ujar Basaria di gedung KPK, Jumat, 24 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?