Ini Pesan Sekda Iwa pada Lomba Gerak Jalan Pelajar SD

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menikuti membuka Lomba Gerak Jalan Pelajar Putra Sekolah Dasar (SD) Se-Bandung Raya, di Area Parkir Timur Gedung Sate Bandung pada Minggu, 26 Agustus 2018. (Dok. Humas Pemprov.Jawa Barat)

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menikuti membuka Lomba Gerak Jalan Pelajar Putra Sekolah Dasar (SD) Se-Bandung Raya, di Area Parkir Timur Gedung Sate Bandung pada Minggu, 26 Agustus 2018. (Dok. Humas Pemprov.Jawa Barat)

    INFO JABAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyampaikan empat pesan kepada seluruh pelajar SD. Yakni, agar selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan melarang siswa untuk makan sembarangan yang bisa berpengaruh buruk pada kesehatan siswa.

    Juga selalu mengedepankan sikap bersahabat. Meskipun perselisihan kecil memang seringkali terjadi, namun para siswa harus saling memaafkan demi menjaga persahabatan. Selain itu, para siswa diminta membatasi penggunaan gawai (gadget).

    Pesan itu disampaikan Iwa saat membuka Lomba Gerak Jalan Pelajar Putra Sekolah Dasar (SD) Se-Bandung Raya, di Area Parkir Timur Gedung Sate Bandung, Minggu, 26 Agustus 2018 pagi. Lomba gerak jalan dalam rangka memperingati HUT RI sekaligus HUT Jabar ke-73 ini diikuti oleh sekitar 300 pelajar putra dari 27 SD negeri dan swasta se-Bandung Raya.

    “Kalian harus bersahabat. Dulu juga saya bersahabat, suka gelut (berkelahi) sampai berguling-gulingan, tapi langsung baikan lagi, maaf-maafan lagi. Terakhir, jangan main gadget terus, apalagi kalau bukan waktunya,” pesan Iwa.

    Lomba gerak jalan yang menempuh  jarak 3,5 kilometer ini memperebutkan piala gubernur dan  wali kota. Lomba ini memulai start dan finishnya di Gedung Sate Bandung. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.