Penanganan Gempa Lombok, Mensos: Ada Motif Jahat kepada Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo melantik Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Presiden Joko Widodo melantik Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meminta para pengungsi bencana gempa Lombok tidak mempercayai isu yang menyudutkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahwa kehadirannya di Lombok hanya untuk mencari popularitas saja.

    Baca juga: Tanggap Darurat Berakhir, Pemulihan Gempa Lombok Segera Dimulai

    Agus yang baru saja menggantikan Idrus Marham mengatakan ia datang ke Lombok diminta Presiden Jokowi untuk menangani korban gempa Lombok dengan baik. "Saya diminta segera ke Lombok. Saya harus melakukan serah terima jabatan dulu," ujar Agus yang baru dilantik pada Jumat 24 Agustus 2018.

    Menurut Agus, sebelumnya kedatangan Jokowi ke Lombok untuk menangani korban bencana dengan baik. Ia berharap para pengungsi tak mempercayai isu yang menyebut kedatangan Jokowi beberapa waktu lalu untuk kepentingan mencari popularitas. Bermunculannya isu dan berita bohong tersebut menurut Agus bisa menjadi tendensius dan diyakini memiliki motif jahat.

    "Beliau ke sini ingin penanganan korban bisa baik," katanya, sewaktu bertemu para pengungsi di Posko di halaman belakang Kantor Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu 25 Agustus 2018 malam.

    Baca juga:  Pembangunan Rumah Korban Gempa Lombok Ditarget Tuntas 6 Bulan

    Agus Gumiwang Kartasasmita tiba di Lombok selepas Maghrib dan setelah melakukan koordinasi langsung menuju Gunungsari Lombok Barat. Menurutnya, akhir - akhir ini banyak berita palsu dan bohong yang antara lain menyudutkan Presiden Joko Widodo dan akan adanya gempa besar. Karena itu, ia meminta para pengungsi tidak langsung percaya dan yang merasa ragu-ragu hendaknya bertanya.

    Ia menyatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi akan terus melakukan pendampingan terhadap korban gempa hingga tuntas.

    Bupati Lombok Barat Faozan Khalid yang menerima Menteri Sosial melaporkan adanya 1.400 orang pengungsi di Kecamatan Gunungsari. Jumlah korban meninggal se Lombok Barat sebanyak 46 orang di antara 170 ribu korban terdampak gempa. Utamanya yang berada di Kecamatan Lingsar, Kecamatan Narmada, Kecamatan Gunungsari dan Kecamatan Batu Layar.

    Ada 52 ribu rumah penduduk termasuk rumah Faozan Khalid yang mengalami rusak berat akibat gempa Lombok. Faozan Khalid pun berpesan agar warganya tidak mudah percaya akan adanya gempa susulan. "Jangan percaya isu akan adanya gempa lagi," kata dia.

    Baca juga: Pergantian Mensos Dijamin Tak Pengaruhi Penanganan Gempa Lombok

    Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa senilai Rp 3,585 miliar berupa 10 ribu paket alat-alat dapur mulai dari kompor gas, lengkap dengan tabung gas, dandang, panci, wajan, beras, lauk pauk, susu dan gula pasir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.