Kata Yaqut Cholil Qoumas, #2019GantiPresiden Gerakan Banci

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk berukuran besar bertuliskan #2019GantiPresiden saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Spanduk berukuran besar bertuliskan #2019GantiPresiden saat Deklarasi Akbar Relawan #2019GantiPresiden di depan pintu barat daya Monas, Jakarta, 6 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas memberikan tanggapannya tentang penolakan deklarasi #2019GantiPresiden yang terjadi di beberapa daerah. Menurutnya, deklarasi #2019GantiPresiden adalah gerakan banci. "Nggak jelas kelaminnya," kata Yaqut kepada Tempo, Ahad 26 Agustus 2018.

    Baca juga: Aktivis Bakal Kerahkan Emak-emak untuk Dukung Neno Warisman

    Yaqut mengaku curiga deklarasi #2019GantiPresiden memiliki agenda-agenda lain yang terkait dengan pemilihan presiden 2019. Alasan Yaqut, siapa calon presiden yang akan berkontestasi pada pemilu 2019 sudah jelas, yaitu petahana Joko Widodo atau Jokowi versus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    "Kenapa nggak sekalian saja #2019PresidennyaPrabowo misalnya. Jangan-jangan, ada agenda lain yg diselipkan dalam gerakan tersebut," ujarnya.

    Hari ini, gerakan #2019GantiPresiden dideklarasikan di beberapa tempat seperti Pekanbaru, Riau dan Surabaya, Jawa Timur. Namun, gesekan antara kubu pendukung dengan penolak gerakan tersebut cukup kuat.

    Baca juga: Ketua MPR: Melarang #2019GantiPresiden Tidak Sesuai Demokrasi

    Di Surabaya, misalnya, ratusan massa mengepung Hotel Majapahit Jalan Tunjungan, meminta Ahmad Dhani yang sebelumnya akan hadir dalam deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya untuk mengurungkan niatnya.

    Penggagas gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera lewat cuitan di akun Twitter-nya @MardaniAliSera mengatakan gerakan itu merupakan bagian dari kebebasan berkumpul dan berserikat serta menyatakan pendapat.

    Mardani mengatakan gerakan #2019GantiPresiden justru meningkatkan kualitas demokrasi. "Karena demokrasi pada prinsipsnya kedaulatan rakyat. Dan itu terwujud pada tingkat partisipasi publik dalam proses politik dan dalam pemilu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga