Survei Alvara: Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Mengecil

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Jokowi menghampiri kursi Prabowo Subianto yang juga hadir di acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi mengatakan alasan ia menghampiri Prabowo karena dia sangat berbahagia Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat hadir bersama di dalam Rakernas PAN. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Pasca-pengumuman calon wakil presiden dari kubu Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto, selisih elektabilitas keduanya kini mengecil. Dalam survei yang digelar Alvara Research Center pasca-penetapan calon wakil presiden, elektabilitas Jokowi masih unggul yaitu 53,7 persen. Adapun Prabowo Subianto elektabilitasnya 36,8 persen.

Baca juga: Survei Alvara: Jokowi Ungguli Prabowo di 3 Provinsi Ini

"Selisih elektabilitas kedua tokoh ini bergerak seiring berkurangnya pemilih yang belum memutuskan. Gap antara keduanya semakin kecil," ujar CEO and Founder Alvara Strategic Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta pada Ahad, 26 Agustus 2018.

Tren peningkatan tersebut ditunjukkan lewat data survei Alvara pada Februari, Mei, Juli, dan Agustus. Pada Februari, elektabiltas Jokowi sebesar 52 persen dan Prabowo 33,2 persen. Sementara swing voters-nya 14,8 persen. Adapun pada Mei, elektabilitas Jokowi sebesar 52,3 persen dan Prabowo 33,6 persen. Sementara swing voters-nya 14,1 persen.

Pada Juli menjelang pengumuman cawapres, elektabilitas Jokowi dan Prabowo masing-masing 52,6 persen berbanding 35,4 persen dengan swing voters 12 persen. Adapun pada Agustus, pasca pengumuman cawapres, elektabilitas Jokowi naik menjadi 53,7 persen. Begitupun elektabilitas Prabowo naik menjadi 36,8 persen dengan swing voters 9,5 persen.

Baca juga: Survei LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf 52,2 Persen

Lewat drama yang cukup menegangkan, Jokowi akhirnya mengumumkan nama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Adapun Prabowo Subianto memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Survei teranyar dari Alvara ini dilakukan pada 12-18 Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden. Rentang margin of error sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.






Jokowi: Mungkin Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

5 menit lalu

Jokowi: Mungkin Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi sinyal bahwa pemerintah akan segera mengumumkan pandemi Covid-19 berakhir.


Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

14 menit lalu

Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Jokowi menyatakan ada kemungkinan pemerintah dalam waktu dekat bakal menyatakan pandemi Covid-19 berakhir. Ini sebabnya.


Jokowi Pamer Impor Jagung Anjlok ke 800 Ribu Ton: Karena Petani Didampingi

49 menit lalu

Jokowi Pamer Impor Jagung Anjlok ke 800 Ribu Ton: Karena Petani Didampingi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memamerkan capaian pemerintah menekan impor Jagung yang dulunya mencapai 3,5 juta ton jagung setiap tahun.


Mengenal CEO HMNS, Sarjana Geologi yang Jadi Pengusaha Parfum Usai Tolak Freeport

1 jam lalu

Mengenal CEO HMNS, Sarjana Geologi yang Jadi Pengusaha Parfum Usai Tolak Freeport

Pendiri dan CEO perusahaan parfum HMNS itu memiliki latar belakang pendidikan yang jauh berbeda dengan bisnisnya saat ini. Seperti apa profilnya?


Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

2 jam lalu

Jokowi Ingatkan Perusahaan Besar: Jangan Pabrik Tinggi, Lingkungan Miskin

Presiden Jokowi memberi peringatan ke perusahaan besar agar peduli pada usaha kecil di lingkungan mereka beroperasi. Salah satu bentuknya yaitu dengan kemitraan


Tak Perlu ke Luar Negeri, Ganjar Ajak Warga Wisata ke Kampung Batik Kauman

2 jam lalu

Tak Perlu ke Luar Negeri, Ganjar Ajak Warga Wisata ke Kampung Batik Kauman

Di Kampung Batik Kauman bisa ditemukan kurang lebih 1.000 desain batik mulai yang dari yang kuno hingga modern.


Cegah Krisis Pangan, Prabowo Dorong Lahan 100 Hektare di Cianjur Ditanami Jagung Hingga Singkong

2 jam lalu

Cegah Krisis Pangan, Prabowo Dorong Lahan 100 Hektare di Cianjur Ditanami Jagung Hingga Singkong

Prabowo mendorong pengelolaan lahan terpadu di Cianjur seluas 100 hektare ditanami jagung hingga singkong untuk mencegah krisis pangan.


Pagi Ini, Mahfud MD Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

4 jam lalu

Pagi Ini, Mahfud MD Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penanganan Tragedi Kanjuruhan

Materi rakor soal tragedi Kanjuruhan yaitu perbaikan dunia persepakbolaan dan meneliti jika ada tindakan hukum, dan dugaan pelanggaran hukum


Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

4 jam lalu

Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

Bahlil Lahadalia menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi adalah faktor yang sangat mempengaruhi investor menanamkan modal.


Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

9 jam lalu

Menpora: Investigasi Tragedi Kanjuruhan Bakal Profesional, Terbuka dan Serius

Menpora Zainudin Amali mengatakan pemerintah bakal serius dalam melakukan investigasi Tragedi Kanjuruhan di Liga 1 usai laga Arema FC vs Persebaya.