Nyanyi Bareng Pengamen di Senayan, Sandiaga Uno: Ini Uno Band

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno nyanyi bersama pengamen di Sate Taichan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 25 Agustus 2018. (TEMPO/Lani Diana)

    Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno nyanyi bersama pengamen di Sate Taichan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 25 Agustus 2018. (TEMPO/Lani Diana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno makan malam di lokasi baru Sate Taichan Senayan. Dia tiba mengenakan kaos berkerah biru pukul 22.47 WIB.

    Baca juga: Tak Paham Hukum, Sandiaga Uno Tak Ingin Komentari Kasus Meiliana

    Warga langsung mengerumuni Sandiaga dan mengajaknya berfoto. Setelah meladeni permintaan warga, Sandiaga menyapa pedagang Sate Taichan dan duduk lesehan di satu meja.

    Dia menyantap sate taichan dan lontong, disertai dengan minuman kelapa segar. Di tengah makan malamnya itu, muncul sejumlah orang yang membawa peralatan musik lengkap.

    Baca juga: Hadiri Ultah PAN, Anies Baswedan Singgung Baju Biru Sandiaga

    Mereka mulai memainkan alat musik dan melantunkan lagu di hadapan Sandiaga. Ada yang membunyikan gitar, memukul kahun, dan menggesek biola. "Konser kecil" ini kemudian menarik perhatian pelanggan Sate Taichan Senayan. Sebab, Sandiaga tiba-tiba meninggalkan meja makannya dan ikut bernyanyi dengan pemusik. Dia menamainya Uno Band.

    "Karena enggak ada namanya, saya namai Uno Band," kata Sandiaga, Sabtu malam, 25 Agustus 2018.

    Sandiaga menyanyikan dua lagu. Lagu pertama berjudul Mahadewi yang dipopulerkan grup band Padi. Dia melanjutkan "konser" dengan lagu Dua Sejoli milik Dewa 19. Sandiaga sesekali bertepuk tangan.

    Baca juga: Sandiaga Ajak Rhoma Irama Manggung saat Kampanye Pilpres 2019

    Simak kabar terbaru dari Sandiaga Uno hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.