Pengamat: Menteri Sosial Strategis Dongkrak Elektabilitas Pilpres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat merilis hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum masih unggul dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Hotel Harris FX, Senayan pada Rabu, 20 Juni 2018. TEMPO.Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik, Muhammad Qodari, menilai Menteri Sosial secara politik merupakan posisi strategis bagi inkumben Joko Widodo atau Jokowi. Posisi ini penting karena kerap berurusan langsung dengan masyarakat.

    Baca: Khofifah Pesan Soal Tahun Politik ke Agus Gumiwang

    Menurut Qodari, nasib inkumben dalam pemilu ditentukan keberhasilannya dalam menjalankan program selama berkuasa. Dari situ, masyarakat kemudian akan menilai apakah inkumben memimpin rezim yang baik atau buruk.

    “Nah, salah satu kementerian yang strategis, kalau kita bicara masyarakat, ya, Kementerian Sosial,” kata Qodari saat dihubungi Tempo, Sabtu, 25 Agustus 2018.

    Selain seringnya frekuensi turun langsung berhadapan dengan masyarakat, Qodari melanjutkan, program Kementerian Sosial tersebar luas di seluruh Indonesia. Program Kementerian Sosial juga menangani hal-hal krusial, seperti yang sekarang sedang terjadi, yakni bencana alam gempa bumi di Lombok.

    Sebelumnya, mantan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, menyebut hal serupa. Ia mengatakan kementerian yang saat ini digawangi Agus Gumiwang tersebut merupakan pos yang strategis karena langsung berhubungan dengan masyarakat. Sebab kementerian ini dituntut bisa bergerak cepat.

    Baca: Jadi Menteri Sosial, Ini Obrolan Agus Gumiwang ke Idrus Marham

    Namun menjadi menteri sosial juga memiliki tantangan besar. Qodari memperingatkan Menteri Sosial baru agar tak kalah tanggap dari dua menteri sebelumnya, yaitu Khofifah dan Idrus Marham, yang ia nilai memiliki karakter pekerja keras. “Pak Agus berhadapan dengan standar kerja yang tinggi,” tutur Direktur Eksekutif Lembaga Sigi Indo Barometer ini.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.