Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1, KPK Telah Periksa 28 Saksi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Idrus Marham (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya selaku Menteri Sosial kepada Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. Menteri Sosial Idrus Marham mengundurkan diri dari posisinya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1. ANTARA

    Idrus Marham (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya selaku Menteri Sosial kepada Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. Menteri Sosial Idrus Marham mengundurkan diri dari posisinya setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap PLTU Riau-1. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah memeriksa 28 saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1, termasuk Idrus Marham yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka.

    "Dalam perkara PLTU Riau, KPK sudah memeriksa 28 saksi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Baca: KPK Buka Empat Peran Idrus Marham di Dugaan Suap PLTU Riau-I

    Basaria menyebutkan dalam pemeriksaan tersebut, saksi-saksi antara lain berasal dari unsur pejabat Perusahaan Listrik Negara seperti Direktur Utama PLN Sofyan Basir serta petinggi PLB Batu Bara serta anak perusahaan PLN, yaitu PT Pembangkit Jawa Bali. KPK juga memeriksa sejumlah orang dari konsorsium yang terlibat dalam proyek PLTU Riau-1, serta sejumlah pihak swasta.

    Basaria mengatakan, dalam perkara ini penyidikan masih dalam pengembangan. Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan adanya penetapan tersangka baru. "Setiap kasus yang dipegang selalu ada pengembangan dan kemungkinan tersangka lain," ujarnya.

    Baca: Melibatkan Orang Terkaya, 5 Fakta Dugaan Kasus Suap Idrus Marham

    Dalam kasus suap ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih yang diduga menerima berupa hadiah atau janji dari tersangka lainnya, Johannes B. Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan konsorsium yang akan mengerjakan proyek PLTU Riau-1.

    KPK menduga Eni menerima suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan pembangkit listrik di Riau itu. Sedangkan Idrus Marham diduga menggunakan pengaruhnya dalam proses proyek tersebut. Pemberian uang disinyalir untuk mempermudah penandatanganan kontrak kerja sama yang akan berlangsung setelah Blackgold menerima letter of intent (LOI) pada Januari lalu.

    Baca: KPK Sebut Idrus Marham Diduga Akan Terima Suap PLTU Riau-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.