Dua Anggota Polri Ditembak Orang Tak Dikenal di Tol Cipali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di dekat antrean panjang kendaraan pemudik di gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, 10 Juli 2015.  TEMPO/Subekti.

    Polisi berjaga di dekat antrean panjang kendaraan pemudik di gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Jawa Barat, 10 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua orang anggota Polri dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat tertembak saat melaksanakan patroli pada Jumat malam, 24 Agustus 2018, sekitar pukul 21.30 WIB.

    "Korban bernama Aiptu Dodon dan Aiptu Widi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto melalui pesan pendek, Sabtu, 25 Agustus 2018.

    Baca: Berapa Jatah Bos Polres Kediri dari Pungli SIM? Ini Rinciannya

    Setyo menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika Dodon dan Widi sedang bertugas di KM 22 Jalan Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat. Ketika sedang berpatroli, mereka melihat tiga orang pemuda duduk di pinggir jalan tol. Dodon dan Widi kemudian menghampiri keduanya untuk bertanya apa yang mereka lakukan.

    "Tapi ketiga orang itu tidak menjawab. Salah satunya malah langsung menembak Dodon dan Widi. Sempat dibalas oleh Dodon, tapi ketiganya langsung kabur," kata Setyo.

    Baca: Jokowi Minta Perwira TNI-Polri Sosialisasikan Program Pemerintah

    Kedua anggota Polri itu pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan. Kondisi terkini keduanya, kata Setyo, masih dalam keadaan stabil.

    Dodon terkena peluru di dada dan rahang. Sedangkan Widi terkena serpihan peluru yang masih bersarang di tangannya. "Pelakunya sedang kami kejar," kata Setyo.

    Baca: Polri Serahterimakan Jabatan Kepala Biro Penerangan Masyarakat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.