KPK Sebut Idrus Marham Diduga Akan Terima Suap PLTU Riau-1

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan mundur dari posisinya. Hal ini ia sampaikan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.  AHMAD FAIZ

    Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan mundur dari posisinya. Hal ini ia sampaikan seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018. AHMAD FAIZ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan Komisi Pemberantasan Korupsi menjabarkan peran bekas Menteri Sosial Idrus Marham dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka dalam perkara ini.

    Baca: Idrus Marham Tersangka KPK, PDIP: Bukti Jokowi Tidak Intervensi

    Basaria mengatakan Idrus bersama Eni Saragih mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR menerima janji atau hadiah dari Johannes B. Kotjo pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. "Diduga Idrus bersama Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes," ujar Basaria di kantornya, Jumat 24 Agustus 2018.

    Selain itu, Basari menyebutkan, Idrus mengetahui adanya sejumlah uang yang diterima Eni dari Johanes pada November-Desember 2017 senilai Rp 4 miliar dan pada Maret dan Juni 2018 senilai Rp 2.25 miliar.

    Basaria menambahkan, Idrus sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar juga berperan mendorong agar proses penandatangann PPA atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU Riau bisa dilaksanakan.

    Selain itu, kata Basaria, Idrus diduga dijanjikan akan menerima jatah USD 1.5 juta jika proyek PLTU Riau tersebut sudah dijalankan. "Uang tersebut belum diterima tersangka, baru dijanjikan jika proyek PLTU Riau sudah dikerjakan," ujarnya.

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yaitu mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes B. Kotjo pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, salah satu perusahaan konsorsium yang akan mengerjakan suap proyek PLTU Riau 1.

    Simak juga: Ditanya Soal Praperadilan, Idrus Marham: Tidak Usah Rumit-rumit

    KPK menduga Eni menerima suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan pembangkit listrik di Riau itu. Pemberian uang disinyalir untuk mempermudah penandatanganan kontrak kerja sama yang akan berlangsung setelah Blackgold menerima letter of intent (LOI) pada Januari lalu. KPK pun sudah memeriksa Idrus Marham tiga kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.