Zumi Zola Gunakan Uang Gratifikasi untuk Beli Action Figure

Terdakwa Gubernur Jambi nonaktif, Zumi Zola (tengah), menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. Gratifikasi ini diterima terkait dengan proyek di pemerintahan Provinsi Jambi. ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan adanya penggunaan uang gratifikasi yang diterima oleh Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola untuk pembelian action figure di luar negeri.

Jaksa KPK Rini Triningsih saat membacakan dakwaan menyebutkan total gratifikasi yang diterima Zumi senilai Rp 40,44 miliar dan US$ 177.300 serta satu unit mobil Alphard. "Selaku gubernur telah melakukan atau ikut serta menerima gratifikasi," kata dia dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis 23 Agustus 2018.

Baca: Begini Rincian Penggunaan Uang Gratifikasi Zumi Zola

Dalam dakwaannya, action figure tersebut dibeli dengan mentransfer uang pembayaran kepada pejual di Singapura oleh orang dekatnya seharga Rp 52 juta pada Oktober 2016.

Setelah itu, pada November 2016 disebutkan juga Zumi melakukan pelunasan untuk pembelian action figure sebanyak 9 buah. Adapun total harganya mencapai US$ 6.150.

Selain itu, Zumi pernah menggunakan uang gratifikasi tersebut untuk berpergian ke Amerika Serikat. Saat itu, Zumi menghabiskan US$ 20 ribu. Ia juga pernah menggeletorkan uang gratifikasi dalam kepentingan pelantikannya untuk menyediakan pakaian senilai Rp 40 juta.

Baca: Soal Aliran Dana Gratifikasi Zumi Zola, Ini Kata PAN

Zumi tidak menikmati uang tersebut sendirian. Jaksa KPK juga mengungkap adanya aliran dana untuk kepentingan keluarga, bahkan partainya, PAN. Misalnya keberangkatan Zumi dengan keluarga ke Mekah untuk melaksanakan umroh. Zumi menggunakan uang gratifikasi sebanyak Rp 300 juta.

Adiknya, Zumi Laza juga mendapat kecipratan uang tersebut dalam pencalonan dirinya sebagai Wali Kota Jambi. Zumi Zola membantu adiknya dalam pembiayaan publikasi berupa spanduk senilai Rp 70 juta untuk 10 spanduk.

Selain itu, Zumi Zola pernah menyuruh orang dekatnya mengirim uang senilai Rp 150 juta ke sebuah lembaga survei terkait hasil survei elektabilitas Zumi Laza yang akan maju dalam pemilihan Wali Kota Jambi.

Baca: Duit Gratifikasi Zumi Zola Dipakai untuk Keluarga dan Partai

Jaksa KPK dalam dakwaan menyebutkan aliran dana gratifikasi Zumi juga pernah mengalir untuk kepentingan partainya yaitu PAN. Seperti pengiriman uang senilai Rp 3.3 miliar kepada Martoni selaku bendahara tim pemenangan Masnah Busro calon bupati Muaro Jambi yang diusung PAN.

Zumi tercatat tidak sekali itu saja mengirim uang kepada calon yang diusung PAN, dalam dakwaan, Zumi melalui orang dekatnya pernah mengirim uang Rp 260 juta, dan Rp 200 juta dalam kepentingan kampanye.

Selain itu, sepengetahuan Zumi Zola, uang fee komitmen tersebut juga mengalir ke DPD PAN Kota Jambi, Zumi Laza sebagai penerima waktu itu menerima Rp 60 juta untuk membantu pembayaran sewa kantor DPD PAN Kota Jambi.






KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

1 hari lalu

KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

KPK memanggil mantan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi


KPK Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Uang Ketok Palu Zumi Zola

8 hari lalu

KPK Tetapkan Tersangka Baru di Kasus Uang Ketok Palu Zumi Zola

KPK mengembangkan perkara suap ketok palu ex Gubernur Jambi Zumi Zola ke DPRD. KPK belum mendetailkan soal kronologi kasus ini.


5 Napi Korupsi Ini dapat Pembebasan Bersyarat, Ini Profil dan Kasusnya

19 hari lalu

5 Napi Korupsi Ini dapat Pembebasan Bersyarat, Ini Profil dan Kasusnya

Eks Jaksa Pinangki, Patrialis Akbar, Zumi Zola, Suryadharma Ali, Ratu Atut napi korupsi yang mendapat pembebasan bersyarat. Ini profilnya.


Nama 23 Napi Korupsi yang Dapat Program Pembebasan Bersyarat, dari Ratu Atut hingga Zumi Zola

21 hari lalu

Nama 23 Napi Korupsi yang Dapat Program Pembebasan Bersyarat, dari Ratu Atut hingga Zumi Zola

Total ada 23 napi korupsi yang menerima program pembebasan bersyarat yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM.


Zumi Zola, Patrialis Akbar, dan Suryadharma Ali Bebas Bersyarat

22 hari lalu

Zumi Zola, Patrialis Akbar, dan Suryadharma Ali Bebas Bersyarat

Zumi Zola, Patrialis dan Suryadharma Ali mendekam di penjara khusus koruptor dengan vonis yang beragam.


Kasus RAPBD Jambi, KPK Panggil Bupati Tanjung Jabung Timur

9 Februari 2022

Kasus RAPBD Jambi, KPK Panggil Bupati Tanjung Jabung Timur

Dalam konstruksi perkara yang dijelaskan KPK, Apif merupakan orang kepercayaan dan representasi dari Zumi Zola.


KPK Tetapkan Ajudan Zumi Zola Sebagai Tersangka di Kasus Gratifikasi

4 November 2021

KPK Tetapkan Ajudan Zumi Zola Sebagai Tersangka di Kasus Gratifikasi

Apif Firmansyah merupakan ajudan Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. KPK menduga dia telah menerima gratifikasi.


KPK Panggil 3 Mantan Anggota DPRD Jambi di Kasus Pengesahan RAPBD

6 Oktober 2021

KPK Panggil 3 Mantan Anggota DPRD Jambi di Kasus Pengesahan RAPBD

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat mantan anggota DPRD Jambi sebagai tersangka.


KPK Tahan Tersangka Pemberi Suap di Kasus RAPBD Jambi

8 Agustus 2021

KPK Tahan Tersangka Pemberi Suap di Kasus RAPBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018, Paut Syakarin.


KPK Tangkap Pemberi Suap Perkara 'Ketok Palu' Pengesahan RAPBD Jambi 2017-2018

8 Agustus 2021

KPK Tangkap Pemberi Suap Perkara 'Ketok Palu' Pengesahan RAPBD Jambi 2017-2018

KPK menangkap salah satu tersangka pemberi suap dalam perkara dugaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018.