Ditanya Kabar Idrus Marham Mundur, Begini Respons JK

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir sebagai saksi dalam sidang PK dengan terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hadir sebagai saksi dalam sidang PK dengan terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 13 Agustus 2018.TEMPO/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengaku belum mengetahui soal kabar Idrus Marham akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. "Pengunduran diri? Belum mendengar," kata JK dengan wajah kagetnya, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Baca: Mensos Idrus Marham Temui Presiden Jokowi di Istana Hari Ini

    JK mengatakan, baru beberapa waktu lalu, ia bersama Idrus pergi ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). JK menyayangkan keputusan Idrus, jika benar dia ingin berhenti dari jabatannya. "Saya belum dengar perkembangannya, sayang juga," kata dia.

    Menurut JK, jika Idrus memilih mundur dari jabatannya saat ini, tentu pemerintah tidak bisa menahannya. Hal itu, kata JK, serupa dengan pengunduran diri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebelumnya, Asman Abnur. JK mengatakan, pemerintah akan mencari pengganti Idrus jika politikus Golkar itu resmi mundur.

    Baca: Idrus Marham Mengaku Tak Tahu Ada Suap Proyek PLTU Riau-1

    Sebelumnya, beredar kabar bahwa Idrus akan mengundurkan diri karena sedang tersangkut kasus dugaan korupsi. Idrus memang beberapa kali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi atas kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

    Pada 15 Agustus 2018, Idrus menjalani pemeriksaan yang ketiga kalinya. KPK sebelumnya memeriksa Idrus pada 19 Juli dan 26 Juli 2018. KPK menggali informasi soal dugaan adanya aliran dana suap PLTU Riau ke mantan Sekretsris Jenderal Golkar tersebut.

    Dalam kasus ini, lembaga antirasuah telah menetapkan dua tersangka, yaitu Eni Maulana Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. KPK menduga Eni menerima suap total Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proyek penandatanganan pembangkit setrum Riau itu.

    Baca: KPK Dalami Dugaan Aliran Suap PLTU Riau-1 ke Idrus Marham

    Johannes Jotjo merupakan pemegang sajam Blackgold Natural Resources Limited, salah satu perusahaan konsorsium yang akan mengerjakan proyek PLTU Riau-1 itu. Pemberian uang disinyalir untuk mempermudah penandatanganan kontrak kerja sama yang akan berlangsung, setelah Blackgold menerima letter of intent (LOI) pada Januari lalu.

    Idrus Marham dalam pemeriksaan sebelumnya mengatakan tak tahu soal adanya suap kepada Eni. Namun, dia mengaku mengenal dekat Eni dan Johannes. Dia memanggil Eni dengan sebutan "Dinda", sedangkan Johannes dipanggilnya "Abang".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.