Kepada Panglima dan Kapolri, Korban gempa Lombok Minta Direlokasi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Jeringo, Kabupaten Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 24 Agustus 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Jeringo, Kabupaten Gunung Sari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 24 Agustus 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyambangi lokasi pengungsian di Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Jumat, 24 Agustus 2018. Desa itu merupakan salah satu wilayah terdampak gempa Lombok pada 5 Agustus 2018.

    Hadi dan Tito datang bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. Mereka berkeliling desa melihat pengungsi yang bertahan di tenda-tenda darurat akibat rumahnya rusak dihantam gempa. Kepada Tito dan Hadi, Kepala Desa Jeringo, Sahril mengatakan warganya perlu direlokasi.  “Kami butuh ada hunian sementara," kata dia, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Baca:
    Inpres Penanganan Gempa Lombok Diklaim ... 
    Kapolri Minta Satgas Gempa Lombok Aktif Gaet ...

    Sahril mengunggah video di akun youtubenya sepekan lalu. Dalam videonya Sahril mengkritik Presiden Jokowi dan Gubernur NTB Tuan Guru Badjang Zainul Majdi yang tidak pernah mengunjungi desanya melihat kondisi korban gempa. Dia menantang para pejabat untuk datang ke desanya.

    "Kami tantang bapak Jokowi dan Gubernur datang ke kami, tolong kami hanya untuk sekedar didatangi saja," kata dia dalam videonya. Namun, dia mengaku penduduk di desanya tidak kekurangan makanan.

    Baca: Cerita Pengungsi Gempa Lombok di Islamic ...

    Desa Jeringo berjarak sekitar 30 menit dari kota Mataram, Lombok Tengah. Sebanyak 93 persen bangunan di desa itu hancur akibat gempa berkekuatan 7 skala Richter pada 5 Agustus 2018. Tidak ada korban tewas di desa itu, namun sekitar 2.800 orang mesti mengungsi karena rumahnya rusak.

    Seusai pertemuan, Panglima Hadi berjanji akan melakukan langkah pertama yakni membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dan memberikan bantuan seperti tenda darurat. Dia mentargetkan pembersihan puing akan rampung satu pekan. "Setelah itu kami juga akan memverifikasi jumlah rumah yang perlu rehabilitasi," kata dia.

    Simak: Akibat Gempa Lombok, Beberapa Bukit Longsor ... 

    Sedangkan Tito mengklaim sudah sejak awal Desa Jeringo memberikan bantuan dari TNI dan Polri. Polri akan berfokus pada upaya rekonstruksi rumah-rumah yang hancur akibat gempa Lombok. "Untuk makanan saat ini sudah lengkap, tanggung jawab selanjutnya adalah rekonstruksi," kata dia.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.