Kapolri Minta Satgas Gempa Lombok Aktif Gaet Relawan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di Auditorium PTIK Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian meminta Satuan Tugas Penanganan Darurat Gempa Lombok lebih aktif menggaet para relawan mendaftarkan diri ke posko. Ia mengatakan pendataan relawan dapat memperkuat koordinasi.

    "Kalau perlu kejar bola kepada relawan yang datang. Tim bisa mendata mana yang sudah terkoordinasi dan mana yang belum," kata Tito kepada Komandan Satgas PDB Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani di Lombok, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Baca: JK: Rehabilitasi Dampak Gempa Lombok Segera Dilakukan

    Sebelumnya, sejumlah relawan menuding koordinasi penanggulangan dampak gempa Lombok berantakan. Dokter relawan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kariadi Semarang, Uva Utomo mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah dan relawan sangat kurang. "Kami jalan sendiri-sendiri," kata dia dikutip dari Koran Tempo, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Rizal pun menampik tudingan tersebut. Ia mengatakan telah membentuk posko relawan. Di posko, setiap relawan yang terdaftar didata dan dibagi berdasarkan kemampuan serta diberi target kerja.

    Baca: Mendagri Bolehkan Pemda Gunakan Silpa untuk Bantu Gempa Lombok

    Rapat koordinasi, kata Rizal, juga telah dilakukan setiap hari untuk mengevaluasi target kerja tersebut. "Mungkin yang membuat laporan tersebut tidak mendaftar ke kami, itu yang jadi masalah," ujarnya.

    Meski meminta Satgas kejar bola, Tito juga meminta para relawan berkoordinasi dengan Satgas sebelum terjun ke lapangan. Menurut dia, Satgas memiliki data yang lebih lengkap soal daerah yang paling membutuhkan bantuan dan jenis bantuan tersebut. "Kami mohon kepada teman-teman relawan tolong koordinasi dengan satgas karena Dansatgas memiliki peta apa bantuannya, misal bantuan makanan, bantuan kesehatan," kata dia.

    Baca: Nestapa Korban Gempa di Lombok Timur, Kumpulkan Logistik Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?