Istana: Pemerintah Siapkan Dana Rp 4 Triliun untuk Gempa Lombok

Seorang pria melihat rumahnya yang hancur akibat gempa bumi di Lombok Utara, 9 Agustus 2018. Gempa Lombok, yang diikuti gempa susulan yang terjadi berkali-kali, membuat rumah warga rusak ringan hingga berat. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 4 triliun untuk menangani gempa Lombok.

Baca: Tiga Kendala Ini Hambat Distribusi Bantuan Pengungsi Gempa Lombok

"Jadi tidak benar kalau anggarannya Rp 38 miliar. Anggarannya Rp 4 triliun lebih," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. Ia membantah pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik yang menyebut pemerintah hanya mengucurkan Rp 38 miliar.

Menurut Pramono, anggaran ini akan digunakan salah satunya untuk mengganti rumah yang rusak. Pemerintah telah menetapkan rumah yang rusak ringan mendapat bantuan Rp 10 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak berat Rp 50 juta. "Jadi kalau kemudian para politikus ada yang mengembangkan bahwa dananya itu Rp 38 miliar, yang bersangkutan tidak punya empati terhadap persoalan yang terjadi di Lombok," ucapnya.

Ia menuturkan dana Rp 4 triliun itu masih bisa bertambah. Alasannya pemerintah siap mengganti rugi setiap rumah warga yang rusak. "Karena berapa yang rusak nanti akan ditangani," ucapnya.

Pramono menjelaskan pemerintah fokus menanggulangi dampak gempa di Lombok. Ia mengklaim segala yang dilakukan pemerintah demi kebaikan masyarakat di sana. Ia juga meminta agar seluruh pihak bersatu membantu Lombok. "Sehingga seharusnya ketika gempa terjadi, bukan malah memelintir dan sebagainya," kata dia.

Baca: Korban Gempa Lombok Kesulitan Dapat Terpal untuk Bangun Tenda

Sebelumnya, Rachland lewat akun Twitternya menduga pemerintah hanya mengeluarkan anggaran Rp 38 miliar untuk gempa bumi di Lombok. Menurut dia, jika hal itu benar maka Presiden Joko WIdodo atau Jokowi tidak memiliki empati dalam kepemimpinannya. "Negara tidak hadir bagi rakyatnya yang sedang berduka," cuit Rachland, Selasa, 21 Agustus 2018.






Gempa Dangkal Magnitudo 5,0 Guncang Maluku

8 jam lalu

Gempa Dangkal Magnitudo 5,0 Guncang Maluku

Gempa tidak berpotensi tsunami


Gempa Terasa di Sumedang dari Sesar Darat Cileunyi-Tanjungsari

2 hari lalu

Gempa Terasa di Sumedang dari Sesar Darat Cileunyi-Tanjungsari

Sumber gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 16 kilometer.


Info Terkini, Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera

3 hari lalu

Info Terkini, Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.


Data Sementara Korban Gempa Tapanuli Utara, 1 Meninggal dan 11 Luka

4 hari lalu

Data Sementara Korban Gempa Tapanuli Utara, 1 Meninggal dan 11 Luka

Gempa Tapanuli Utara terjadi pada Sabtu dinihari, 1 Oktober 2022, pukul 02.28 WIB. Bermagnitudo 6,0.


Gempa Dangkal Magnitudo 5,2 Guncang Jayapura Malam Ini

5 hari lalu

Gempa Dangkal Magnitudo 5,2 Guncang Jayapura Malam Ini

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.


Istana Terima Berkas Pemecatan Ferdy Sambo

5 hari lalu

Istana Terima Berkas Pemecatan Ferdy Sambo

Berkas pemecatan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo telah diterima pihak Istana. Pramono Anung minta tunggu kabar perihal surat pemecatan Sambo.


Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

6 hari lalu

Istana Ganti Ponsel Sabrila, Siswi SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Jokowi

Pihak Istana Kepresidenan mengganti ponsel milik Sabrila, siswi SMA di Buton Selatan yang ponselnya rusak saat mengejar rombongan Presiden Jokowi.


Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

10 hari lalu

Gempa M6,4 di Aceh, Badan Geologi: Pantai Aceh Barat Rawan Tsunami

Gempa tersebut tidak menyebabkan tsunami, kendati daerah pantai Kabupaten Aceh Barat rawan bencana tsunami.


BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

11 hari lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Aceh Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Lempeng Eurasia.


BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

11 hari lalu

BMKG: Gempa M5,4 di Laut Banda Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,6.