Ketum PPP Romahurmuziy Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Kedatangan Romahurmuziy untuk menjenguk mantan Ketua PPP yang juga terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama tahun 2010-2012, Suryadharma Ali yang kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP PPP periode 2016-2021 terpilih, Romahurmuziy setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 11 April 2016. Kedatangan Romahurmuziy untuk menjenguk mantan Ketua PPP yang juga terpidana kasus korupsi di Kementerian Agama tahun 2010-2012, Suryadharma Ali yang kini mendekap di Rutan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap terkait dengan usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan tahun anggaran 2018.

    "Saya belum mendapat panggilan, tapi karena saya menghormati keterangan yang disampaikan di media oleh jubir KPK bahwa saya dijadwalkan Kamis maka saya datang," kata Romy di gedung KPK Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Baca: KPK Periksa Politikus PAN di Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah

    KPK sebelumnya memanggil Romy pada Senin, 20 Agustus lalu, tapi ia mangkir karena ada kegiatan di luar kota. "Saya sudah cek bahwa hari ini tidak ada jadwal, karenanya saya akan sampaikan kepada penyidik keterangan yang diperlukan," kata Romy.

    Romy diperiksa untuk dua tersangka, yaitu anggota Komisi Keuangan DPR Fraksi Partai Demokrat, Amin Santono, dan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Jenderal Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

    Saat ditanya mengenai pemeriksaannya, Romy mengatakan agar ditanyakan hasilnya ke penyidik. "Nanti soal siapa, siapanya setelah (diperiksa) supaya ada bahan lagi, nanti lagi," katanya seraya masuk ke gedung KPK.

    Baca: KPK Periksa Ketua PPP Romahurmuziy Sebagai Saksi, Begini Kasusnya

    Dalam kasus ini, KPK di antaranya telah memeriksa anggota Komisi Kesehatan DPR dari PPP, Irgan Chairul Mahfiz; anggota Komisi Keuangan DPR dari Fraksi PAN, Sukiman; dan Wali Kota Tasikmalaya yang juga merupakan kader PPP, Budi Budiman. Sebelumnya, KPK menyita uang Rp 1,4 miliar dari kediaman Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka. Dua di antaranya bekas anggota Komisi Keuangan DPR, Yaya Purnomo dan Amin Santono. Dua orang lainnya adalah pihak kontraktor, yakni Ahmad Ghiast dan Eka Kamaluddin.

    Kasus ini terungkap bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK terhadap Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 4 Mei 2018. Dalam operasi itu, KPK menyita Rp 400 juta dan bukti transfer Rp 100 juta kepada Amin, serta dokumen proposal dari mobilnya. Setelah menangkap Amin, KPK menangkap Yaya, serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda. KPK menyangka total uang Rp 500 juta yang diterima Amin adalah sebagian dari suap yang dijanjikan sebesar 7 persen dalam dua proyek di Kabupaten Sumedang bernilai Rp 25 miliar.

    Baca: Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah, KPK Panggil Lagi Romahurmuziy

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.