Pesisir Barat Lampung Gempa 5,5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    Ilustrasi gempa bumi. allvoices.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Pesisir Barat, Lampung, hari ini, Kamis, 23 Agustus 2018 pukul 10.44 WIB. Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

    "Tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan." Sutopo menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Agustus 2018. Gempa dirasakan berkekuatan sedang hingga keras oleh masyarakat di Pesisir Barat Lampung dan Lampung Barat selama 2-4 detik.

    Baca:
    Jokowi: Inpres Penanganan Gempa Lombok ...

    Masyarakat berlarian keluar rumah dan gedung saat gempa mengguncang.  Tetapi kini aktivitas telah kembali normal.

    Sutopo menjelaskan, pusat gempa berasal dari zona subduksi pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia. Titik koordinat gempa yakni di 6,51 Lintang Selatan dan 103,44 Bujur Timur. Episenter gempa berlokasi 156 kilometer barat daya Pesisir Barat Lampung pada kedalaman 10 kilometer.

    Baca: Gempa 5,1 Skala Richter Guncang Lombok  

    Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, kata Sutopo, intensitas gempa dirasakan berkekuatan III-IV MMI atau ringan di wilayah Pesisir Barat Lampung dan Lampung Barat. Pada intensitas ini, gempa tidak membahayakan bagi konstruksi bangunan.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan belum ada tanda-tanda gempa susulan. Dia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu. "Hingga pukul 11.04 hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock." Rahmat menyampaikannya melalui keterangan tertulis pada Kamis, 23 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.