Gaya Susi Pudjiastuti Interupsi Pembawa Acara Saat Kuliah Umum

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pidato saat menghadiri acara International Corak Reef Initiative (ICRI) di Paris, Prancis, Rabu, 4 Juli 2018. Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan pidato saat menghadiri acara International Corak Reef Initiative (ICRI) di Paris, Prancis, Rabu, 4 Juli 2018. Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kerap tak ingin bertele-tele dalam hal protokoler. Ini pula yang diperlihatkan saat ia memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Negeri Siliwangi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 23 Agustus 2018.

    Baca juga:  Saat Susi Pudjiastuti Keseleo Lidah Ucap Sultan HB X Gubernur DKI

    Susi Pudjiastuti tiba di lokasi pukul 09.10 WIB. Sesaat setelah memasuki ruangan kuliah, pembawa acara mempersilakan Susi naik ke panggung untuk memberi kuliah. Namun sebelum memberi kuliah terkait kedaulatan bangsa dan poros maritim, pembawa acara membaca riwayat hidup Susi terlebih dahulu.

    Daftar riwayat hidup yang dibacakan rupanya cukup panjang. Susi pun bereaksi. "Interupsi. (Baca riwayat hidup) yang terakhir saja. Yang lain bisa baca di internet. Supaya tidak terlalu lama," kata Susi.

    Pembawa acara kemudian mempercepat pembacaan daftar riwayat hidup Susi. "Banyak lagi aktivitas beliau yang tidak mungkin saya sampaikan di sini," kata pembawa acara.

    Susi kemudian menjelaskan bahwa Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada.

    Garis pantai milik Indonesia sepanjang 97.000 kilometer.
    Selain itu, lanjut Susi, Indonesia memiliki zona ekonomi ekslusif (ZEE) seluas 200 nautical mil.

    Kata dia, ZEE bisa begitu besar atas perjuangan pahlawan Djuanda Kartawidjaja lewat Deklarasi Djuanda.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Disebut Kandidat Cawapres Jokowi: Kata Siapa?

    "Beliau meminta negara lain mengakui Indonesia adalah negara kesatuan. Dulu ZEE hanya 3 mil dari tepi pantai," kata Susi.

    Visi seorang Djuanda, lanjut Susi, ingin Indonesia berdaulat dan menjadi bangsa maritim yang besar. "Tanpa seorang Djuanda laut kita terpisah-pisah," ujar dia.

    Menurut Susi Pudjiastuti, Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Sudah saatnya negara ini dominan dan disegani di bidang kemaritiman.

    "Namun selama merdeka, 69 tahun, doktrin negara kita adalah negara agriculture, pertanian. Semua tentang tanah. Padahal wilayah Indonesia yang merupakan tanah cuma 29 persen. Sisanya 70 persen adalah laut," tegas dia.

    Baca juga: Susi Pudjiastuti Minta Pemda Bikin Perda Sampah Plastik

    Susi Pudjiastuti mengatakan, laut harus menjadi masa depan bangsa. Oleh karenanya, dia mengajak mahasiswa untuk mengawalnya bersama-sama. "Kita kawal bersama," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.