Oesman Sapta Prihatin Dampak Asap di Kalimantan Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Oesman Sapta meninggalkan kediamannya di Jalan Irama Laut, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk salat Idul Adha berjamaah di Masjid Oesman Al Khair, Kalimantan Barat, Selasa, 22 Agustus 2018. (dok.MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Oesman Sapta meninggalkan kediamannya di Jalan Irama Laut, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat untuk salat Idul Adha berjamaah di Masjid Oesman Al Khair, Kalimantan Barat, Selasa, 22 Agustus 2018. (dok.MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Kebakaran hutan yang menimbulkan asap sehingga berdampak buruk bagi masyarakat disesalkan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Oesman Sapta. "Saya prihatin," ujarnya. Dampak buruk itu disebut Oesman sampai membuat anak sekolah di Pontianak diliburkan.

    Untuk itu, dirinya menegaskan agar kebakaran hutan cepat dicegah dan diatasi serta pelakunya ditindak tegas. "Jangan diberi toleransi," katanya. "Karena itu, akan berdampak buruk pada masyarakat," ucapnya, menambahkan.

    Saat berada di Kayong Utara, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2018, Oesman tidak hanya menyikapi masalah yang ada di Kalimantan Barat. Menjelang pemilihan presiden 2019, dirinya mengajak semua untuk menghormati ulama. "Kita harus menghormati ulama siapa pun itu," ujarnya.

    Semakin panasnya tahun politik, dirinya menegaskan agar kita tidak mengadu domba antarkelompok, menyebar fitnah, juga berita hoax. "Itu merugikan bangsa Indonesia," tuturnya.

    Dirinya berpesan agar semua ikhlas dan tulus membangun bangsa serta negara. "Kalau mau meraih jabatan, harus dengan etika," katanya. Menurut dia, rakyat jangan dibodohi, tapi harus dicerdaskan. "Dengan tidak lewat fitnah, tapi lewat fakta," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.