Menangkan Prabowo - Sandiaga, PAN Minta Kepala Daerah Bergerak

Bakal calon presiden Prabowo Subianto dan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri menaruh bunga di depan patung Soekarno saat upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2018. Prabowo Subianto meraih penghargaan The Star of Soekarno dari Yayasan Pendidikan Soekarno atas perjuangan dan dedikasi dalam menegakkan keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meminta para kepala daerah yang terafiliasi dengan partai ini untuk ikut bergerak memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo - Sandiaga) di pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

Baca: Pilih Sandiaga, Elektabilitas Prabowo Naik di 3 Kantong Suara Ini

"Kami harap para kepala daerah turut menggerakkan jaringan partai yang ada di daerah untuk pemenangan paslon Prabowo - Sandiaga," kata Eddy di kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan pada Rabu, 22 Agustus 2018.

Apalagi, kata dia, tim relawan juga sudah semakin banyak terbentuk di daerah-daerah. "Jadi meski struktur tim pemenangan di pusat belum final, di daerah sudah mulai bergerak," ujar Eddy.

Secara aturan, kepala daerah memang diperbolehkan ikut dalam tim sukses pasangan calon tertentu di pemilihan presiden. Sebab pada dasarnya, kepala daerah yang maju melewati mekanisme diusulkan oleh satu partai atau gabungan partai politik. Kepala daerah bisa ikut kampenye saat akhir pekan dengan tetap mengedepankan tugas sebagai kepala pemerintahan di daerah.

Simak: Jokowi - Ma'ruf Unggul di Emak-emak, Sandiaga: Harus Kerja Keras

Hingga saat ini, kubu Prabowo - Sandiaga belum juga mengumumkan struktur tim sukses mereka. Namun, sejauh ini, mantan Panglima TNI Djoko Susanto bakal menjadi ketua tim pemenangan.






Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

9 jam lalu

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


BEM SI Demo di Patung Kuda, Sampaikan Masalah yang Tak Bisa Dituntaskan Jokowi

7 hari lalu

BEM SI Demo di Patung Kuda, Sampaikan Masalah yang Tak Bisa Dituntaskan Jokowi

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa di Kawasan Patung Kuda dan mengevaluasi kinerja pemerintah


Partai Perindo Dukung Keberlanjutan Program Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf

48 hari lalu

Partai Perindo Dukung Keberlanjutan Program Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf

Partai Perindo menyatakan akan mendukung keberlangsungan program pemerintahan Presiden Jokowi.


Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

7 Mei 2022

Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

Prabowo Subianto dinilai sedang mencari basis dukungan baru untuk menggantikan dukungan PA 212 yang hilang pasca dia masuk ke pemerintahan Jokowi.


Ulang Tahun ke-79, Ma'ruf Amin: Keberkahan Hidup Lebih Penting

11 Maret 2022

Ulang Tahun ke-79, Ma'ruf Amin: Keberkahan Hidup Lebih Penting

Menurut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, keberkahan hidup lebih penting daripada panjang pendeknya usia.


Gerindra Sebut Prabowo Punya Modal Menangi Pilpres 2024, Apa Itu?

5 Februari 2022

Gerindra Sebut Prabowo Punya Modal Menangi Pilpres 2024, Apa Itu?

Partai Gerindra optimistis akan memenangi pemilihan umum pada 2024. Termasuk mampu menjadikan ketua umum partai, Prabowo Subianto, sebagai presiden.


Massa Unjuk Rasa ke Istana Bubarkan Diri, Gebrak: Inilah Pemerintah kita

28 Oktober 2021

Massa Unjuk Rasa ke Istana Bubarkan Diri, Gebrak: Inilah Pemerintah kita

Nining Elitos, Juru bicara Gebrak merasa kecewa karena tidak ada tanggapan dari istana atas tuntutan yang disampaikan massa dalam unjuk rasa itu.


GEBRAK Unjuk Rasa di Istana Negara Sampaikan 13 Tuntutan Siang Ini, Apa Saja?

28 Oktober 2021

GEBRAK Unjuk Rasa di Istana Negara Sampaikan 13 Tuntutan Siang Ini, Apa Saja?

Aksi unjuk rasa di Istana Negara dilakukan untuk mengevaluasi 2 tahun kepeminpinan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf.


PARA Syndicate Prediksi Kinerja Jokowi - Ma'ruf Amin Bakal Menurun

23 Oktober 2021

PARA Syndicate Prediksi Kinerja Jokowi - Ma'ruf Amin Bakal Menurun

Risiko penurunan kinerja Kabinet Jokowi - Ma'ruf Amin tidak terlepas dari suhu politik yang dirasa lebih cepat naik menjelang Pemilu 2024.


KSP Klaim Pemerintah Terus Upayakan Penyelesaian Kasus HAM

21 Oktober 2021

KSP Klaim Pemerintah Terus Upayakan Penyelesaian Kasus HAM

KSP kemudian menyebut upaya tersebut di antaranya diwujudkan dengan menerbitkan Rencana Aksi Nasional HAM 2021-2025.