Tahun Politik, Khatib Idul Adha Istiqlal Ajak Sering Silaturahmi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salat Idul Fitri 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Suasana salat Idul Fitri 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Juni 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menunaikan salat Idul Adha 1439 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 22 Agustus 2018. Bertindak sebagai imam Ahmad Husni Ismail dan khotib Ketua Umum Pengurus Besar Al-Wasliyah Yusnar Yusuf Rangkuti.

    Dalam khotbahnya, Yusnar mengangkat tema “Merajut Silaturahmi, Mengikis Intoleran”. Ia menuturkan ukhuwah islamiyah adalah elemen penting untuk menyatukan umat. "Sehingga mampu mewujudkan keharmonian dalam negara," kata Yusnar.

    Baca:
    Idul Adha, Jokowi Serahkan Kurban Sapi 1,4 ... 
    Khotib Jokowi Salat Idul Adha Doakan Indonesia Juara Asian Games ...

    Yusnar menuturkan silaturahmi menjadi penting khususnya bagi Indonesia yang akan melangsungkan pemilihan presiden 2019. Menurut dia, silaturahmi bisa mencegah perpecahan di tengah masyarakat. "Pengamalan silaturahmi di tahun politik  dapat dikatakan solusi mencegah intoleransi untuk umat beragama."

    Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar mau menyambung tali silaturahmi di antara sesama. Hal ini, kata dia, bisa membuat Indonesia menjadi negara yang kuat. "Lewat silaturahmi kita bangkitkan semangat ukhuwah Islam demi terbentuk nasionalisme yang kokoh."

    Baca: Pesan Jokowi di Idul Adha: Mari Bantu Korban Gempa Lombok ...

    Namun, kata Yusnar, persoalan paling besar yang saat ini melanda umat justru mengancam persaudaraan. Ia mengatakan masih banyak fitnah beredar di masyarakat.

    "Sekalipun semua nilai Islam jelas, tapi mesti sadar kita enggak akan kuat membangun bangsa seandainya fitnah masih leluasa," ujar dia dalam khutbah Idul Adha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.