Soal Orang Jahat yang Disebut Mahfud MD, Sandiaga: Semuanya Baik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres Sandiaga Uno tengah menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Cawapres Sandiaga Uno tengah menyantap nasi goreng Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menanggapi santai pernyataan Mahfud MD soal orang jahat yang akan pimpin negeri ini jika banyak yang golput. "Semuanya Insya Allah baik, semua punya tujuan untuk memastikan Indonesia lebih sejahtera, adil dan makmur," kata Sandiaga Uno saat ditanya wartawan di Jalan Theresia, Jakarta Pusat, Selasa 21 Agustus 2018.

    Baca juga: Muhaimin: Tak Masalah Mahfud MD Jadi Timses Prabowo - Sandiaga

    Mahfud MD sebelumnya mengingatkan agar masyarakat tak memilih jalur golput dalam pemilihan presiden atau Pilpres dan pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Ia mengatakan dalam pemilu menggunakan hak suaranya bukan hanya untuk mendapat pemimpin yang baik, tetapi juga menghindarkan negara jatuh ke tangan orang jahat.

    “Saudara tidak boleh golput, kita melakukan pemilu ini bukan memilih orang yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat memimpin negeri ini,” kata Mahfud, Senin 20 Agustus 2018 saat menyampaikan pembekalan pada para calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia di Balai Sarbini, Jakarta Selatan.

    Mahfud MD kemudian mencuitkan lagi kampanye anti golput di akun Twitter-nya @mohmahfudmd. Kali ini ia bahkan mengutip Guru Besar Perguruan Tinggi Filsafat Driyakara, Franz Magnis Suseno. “Ada kaidah suhul fiqh: Dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih. “Menghindari kerusakan/kejahatan harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan”. Jadi apa yg dikemukakan oleh Franz Magnis Suseno itu sama dengan kaidah ushul fiqh. Pesannya: memilihlah, jangan golput,” cuitnya.

    Baca juga: Mahfud MD: Saya Tidak Bisa Jadi Tim Kampanye Manapun

    Mahfud mengatakan orang yang memilih untuk golput umumnya adalah orang dengan pemikiran rasional, tapi tak lagi percaya pada pilihan calon pemimpin yang ada.

    Tak sepenuhnya bebas, lanjut Mahfud, sebaliknya orang yang memilih golput akan merugi karena pada akhirnya ia tetap diharuskan tunduk pada siapapun pemimpin yang terpilih nantinya.

    Maka untuk menghindari pemimpin yang nantinya terpilih merupakan orang yang jahat, dan tidak punya harapan yang jelas terhadap bangsa ini, Mahfud menyarankan agar tidak golput dan memilih dari salah satu calon pemimpin yang ada. “Kita punya mekanisme konstitusional untuk menyalurkan aspirasi dengan baik,” tutur Mahfud.

    Baca juga: Romi PPP Sebut Ada Jalur Dapur yang Menghubungi Mahfud MD

    Kedekatan Mahfud MD dengan kubu Jokowi - Ma’ruf Amin membuatnya berpikir perlu membuat peringatan sebagai pengantar cuitannya. “Tak perlu tafsir liar,” cuit Mahfud.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.