Cak Imin Klaim NU Tak Pecah Meski Mahfud Tak Jadi Timses Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar saat mengikuti Khaul Waliyullah Syekh Abdullah Angga Derpa dan Kyai Harun, serta santunan anak yatim. Di komplek Kapal Bosok, Kampung Darangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug Kota Serang, Banten, Jumat, 13 Juli 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar saat mengikuti Khaul Waliyullah Syekh Abdullah Angga Derpa dan Kyai Harun, serta santunan anak yatim. Di komplek Kapal Bosok, Kampung Darangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug Kota Serang, Banten, Jumat, 13 Juli 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengklaim suara Nahdlatul Ulama (NU) tak akan pecah kendati Mahfud MD tak bergabung menjadi tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Muhaimin tak risau dengan suara Nahdlatul Ulama Gusdurian yang sebelumnya mendukung Mahfud MD sebagai calon wakil presiden Jokowi.

    Baca juga: Kata Pengurus PBNU Soal Mahfud MD Bukan Kader

    "Kata siapa (tidak solid)? Kita buktikan," kata Cak Imin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

    Kalaupun ada kekecewaan yang dialami NU Gusdurian, Muhaimin menilai itu sebagai hal yang wajar. Namun, dia mengklaim suara 11 juta kader NU akan solid mendukung Ma'ruf Amin. Muhaimin juga menilai sosok Ma'ruf cukup menjadi perekat di kalangan masyarakat nahdliyin.

    "Kiai Ma'ruf cukup menjadi simbol perekat NU seluruh Indonesia. Ia figur yang cukup buat modal mengkonsolidasikan suara NU dan PKB," kata Muhaimin.

    Cak Imin melanjutkan, dia pun tak khawatir seandainya Mahfud MD justru bergabung menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mahfud MD memang menjadi ketua tim pemenangan Prabowo dan Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 2014 lalu.

    Baca juga: Putri Gus Dur Sebut Muhaimin Iskandar Masih Punya Beban Masa Lalu

    Untuk Pilpres mendatang, Mahfud MD mengatakan tak akan menjadi bagian tim pemenangan Jokowi atau Prabowo. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan ingin menyelesaikan tugasnya sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

    Mahfud mengatakan jabatannya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengharuskannya menjaga netralitas di tahun politik ini. “Karena BPIP juga termasuk penyelenggara negara, kalau saya masuk tim sukses berarti saya tidak netral,” kata Mahfud ketika ditemui dalam acara pembekalan calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin 20 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.