Satgas Kementerian Desa Ajak Mahasiswa Turut Awasi Penggunaan Dana Desa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Satuan Tugas Dana Desa, Kemendes PDTT Bibit Samad Rianto menyampaikan program dana desa dan manfaat dana desa bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Sempoa31”, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, di Aula Balai Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis,16 Agustus 2018. (dok Kemendesa PDTT)

    Ketua Satuan Tugas Dana Desa, Kemendes PDTT Bibit Samad Rianto menyampaikan program dana desa dan manfaat dana desa bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Sempoa31”, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, di Aula Balai Desa Tegal Kunir Lor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis,16 Agustus 2018. (dok Kemendesa PDTT)

    INFO NASIONAL — Untuk menyamakan pemahaman dalam penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah sejak 2015, Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengadakan berbagai upaya sosialisasi.

    Salah satu sosialisasi yang dilakukan adalah menggelar seminar bertema “Pemahaman Manfaat Dana Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa”, di Desa Tegal Kunir Lor, Mauk, Tangerang. Acara tersebut diselenggarakan para mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) “Sempoa31”, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, di Aula Balai Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Dalam seminar tersebut, Ketua Satuan Tugas Dana Desa, Kementerian Desa Bibit Samad Rianto menyampaikan program dana desa dan manfaat dana desa yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan pelaksanaannya dikawal Kementerian Desa. “Memasuki tahun keempat, Dana Desa yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 187 triliun lebih,” ujarnya.

    Dalam hal pemanfaatan dana desa, Bibit mengharapkan agar para mahasiswa dan civitas akademika turut mengawasi penggunaannya. Pasalnya, peranan dunia pendidikan sangat penting dalam mencegah korupsi dana desa. “Mahasiswa dan masyarakat harus segera melapor ke Satgas Dana Desa apabila menemukan penyalahgunaan dana desa. Hanya saja, laporan ini harus disertai bukti yang jelas,” katanya.

    Pun demikian dengan kepala desa (Kades). Selain harus transparan juga harus melibatkan masyarakat desa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Misalnya, dalam mengerjakan pembangunan yang bersumber dari dana desa, harus mengutamakan pekerja di desa setempat serta para pendamping, harus berperan aktif dalam mengelola dana desa. Karena itu, kades dan pendamping desa harus bersinergi agar pengolahan dana desa bisa dirasakan warga dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” tuturnya.

    Seusai Seminar Pemahaman Dana Desa, dilaksanakan juga Peresmian Taman Baca Desa Tegal Kunir Lor. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh ketua Satgas Dana Desa bersama dengan Kepala Desa Tegal Kunir Lor dan Kapolsek setempat.

    Diharapkan dengan adanya taman bacaan ini, maka akan dapat tercipta sumber daya manusia (SDM) desa juga generasi muda yang mempunyai kompetensi dan berwawasan luas. Menciptakan generasi cinta membaca sehingga dapat memiliki ilmu pengetahuan yang nantinya dapat mengembangkan potensi desanya. “Semoga taman baca ini dimanfaatkan untuk skala prioritas, yakni pemenuhan kebutuhan dasar untuk bidang pendidikan,” ujar Bibit. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.