Rabu, 24 Oktober 2018

Karnaval Anak TK Bercadar, Muhadjir Effendy: Ini Spontanitas Saja

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karnaval TK Bercadar dan Bersenjata. istimewa

    Karnaval TK Bercadar dan Bersenjata. istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan soal heboh anak TK bercadar saat karnaval HUT RI ke 73 di Probolinggo, Jawa Timur.  Muhadjir mengatakan ia telah mendatangi taman kanak-kanan (TK) Kartika yang ikut karnaval dengan kostum anak-anak bercadar dan membawa senjata mainan.

    Muhadjir kemudian menerangkan soal informasi yang didapatnya dari pengurus dan guru TK tersebut.

    "Jadi kamarin saya kunjungi sekolah tersebut dan bertemu dengan pihak sekolah," ujar Muhadjir saat ditemui di Kemendikbud, Senin 20 Agustus 2018.

    Muhadjir mengatakan dari pihak sekolah ia mendapatkan informasi bahwa dalam karnaval tersebut rombongan terdiri dari beberapa kelompok. Yang paling depan membawa bendera merah putih dan miniatur Kabah.

    Lalu diiringi oleh murid yang memakai pakaian pangeran Kerajaan Arab Saudi.

    Baru setelah itu ada kelompok murid taman kanak-kanak perempuan mengenakan pakaian bercadar dan membawa replika senjata dan pedang. Mereka, kata Muhadjir, diibaratkan sebagai pengawal pangeran kerajaan Arab Saudi.

    Karena muridnya banyak perempuan, kata Muhadjir maka dipakaikan cadar. "Ini memang spontanitas begitu saja," ujarnya.

    Selain itu kata dia, spontanitas tersebut juga didukung dengan tema yang diangkat yaitu peran umat islam dalam merebut kemerdekaan RI.

    Sedangkan replika senjata dan pedang, Muhadjir menambahkan barang tersebut merupakan arsip milik drumband sekolah. "Jadi ini tidak ada maksud untuk menyebarkan simbol-simbol radikal," ujarnya.

    Menurut Muhadjir, masyarakat Purbolinggo tidak merasa resah atas kehebohan soal anak TK bercadar tersebut. "Hanya di media sosial saja yang resah, sedangkan masyarakat tidak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.