Romy PPP Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), didampingi Ketua Umum PPP terpilih Romahurmuziy, menghadiri penutupan Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 10 April 2016. Romahurmuziy terpilih sebagai ketua umum PPP dalam Muktamar tersebut. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), didampingi Ketua Umum PPP terpilih Romahurmuziy, menghadiri penutupan Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 10 April 2016. Romahurmuziy terpilih sebagai ketua umum PPP dalam Muktamar tersebut. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau Romy, mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    Baca: Ketua PPP Romy Diperiksa KPK untuk Kasus Dugaan Suap

    "Tadi stafnya datang ke KPK dan menyampaikan tidak bisa hadir," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi, Senin,20 Agustus 2018.

    Kata Febri, Romi tidak bisa memenuhi panggilan lantaran ada kegiatan lain. Penyidik pun akan menjadwalkan pemanggilan ulang pada Kamis mendatang.

    KPK hari ini mengagendakan pemeriksaan kepada Romi, kata Febri. Pemeriksaan berkaitan penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK di rumah Wakil bendahara umum PPP Puji Suhartono beberapa waktu lalu.

    Febri menyebutkan, untuk pemeriksaan hari ini Romi rencananya bakal diperiksa untuk tersangka Yaya Purnomo, mantan selaku mantan pejabat Kementerian Keuangan.

    Dalam kasus ini KPK menetapkan empat tersangka, Yaya Purnomo dan Amin Santono bekas anggota Komisi Keuangan DPR . Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lain dari pihak kontraktor yakni Ahmad Ghiast dan Eka Kamaluddin sebagai pemberi hadiah.

    Baca: KPK Periksa Ketua PPP Romahurmuziy Sebagai Saksi, Begini Kasusnya

    Kasus ini terungkap bermula dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK terhadap Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada 4 Mei 2018. Dalam operasi itu, KPK menyita Rp 400 juta dan bukti transfer Rp 100 juta kepada Amin, serta dokumen proposal dari mobilnya. Setelah menangkap Amin, KPK kemudian menangkap Yaya, serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda.

    KPK menyangka total uang Rp 500 juta yang diterima Amin adalah sebagian dari suap yang dijanjikan sebesar 7 persen dalam dua proyek di Kabupaten Sumedang bernilai Rp 25 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.