Mahfud MD: Saya Tidak Bisa Jadi Tim Kampanye Manapun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kanan) memberi sambutan saat seleksi calon legislatif PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018. Mahfud mengaku menaruh harapan pada PSI sebagai partai baru yang belum memiliki catatan apa pun di bidang politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kanan) memberi sambutan saat seleksi calon legislatif PSI di kantor DPP PSI, Jakarta, 22 April 2018. Mahfud mengaku menaruh harapan pada PSI sebagai partai baru yang belum memiliki catatan apa pun di bidang politik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan tidak bisa menjadi tim pemenangan dari kubu manapun pasangan calon presiden-wakil presiden. Ia mengaku tidak tahu dirinya dicalonkan menjadi ketua tim kampanye nasional Jokowi - Maruf Amin.

    Mahfud mengatakan jabatannya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengharuskannya menjaga netralitas di tahun politik ini. Menurut Mahfud, dalam upaya membina ideologi, salah satu poin penting yang ia sampaikan adalah netralitas penyelenggara negara. “BPIP termasuk penyelenggara negara, kalau saya masuk tim sukses berarti saya tidak netral,” kata Mahfud ketika ditemui dalam acara pembekalan calon legislatif Partai Solidaritas Indonesia di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Senin 20 Agustus 2018.

    Baca: 
    Bertemu Mahfud MD, Romi PPP: Saya Dapat ...

    Sampai saat ini, kata Mahfud, belum ada yang menyampaikan tawaran menjadi tim sukses manapun. Kalaupun tawaran itu datang, Mahfud diharuskan untuk mundur dari jabatannya.

    Nama Mahfud santer terdengar akan memimpin tim sukses Jokowi - Ma’ruf untuk  pemilihan presiden 2019. Namanya sempat disebut oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, untuk menjadi ketua tim kampanye menggantikan Jusuf Kalla seandainya menolak. “Kalau Pak JK menolak, saya mendukung pak Mahfud MD yang menggantikannya sebagai ketua tim kampanye nasional Jokowi - Ma’ruf,” kata Muhaimin Jumat, 17 Agustus 2018.

    Baca:  Majalah Tempo: Manuver yang Gagalkan Mahfud MD Cawapres ...

    Pertemuan Mahfud dengan Sudirman Said dan Said Didu Sabtu 18 Agustus 2018, di rumahnya di Yogyakarta diakuinya bukan untuk merekrutnya kembali menjadi ketua tim pemenangan Prabowo Subianto. “Hanya berdiskusi saja. Bukan hanya dengan Sudirman dan Said kok, banyak sekali (yang sering datang berdiskusi) apalagi dari kelompok Pak Jokowi,” kata pakar hukum tata negara ini.

    Seperti diketahui sebelumnya, Mahfud MD memimpin tim pemenangan Prabowo - Hatta Rajasa dalam pilpres 2014.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.