Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan untuk Wukuf di Arafah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, memenuhi Jabal Rahmah guna melakukan wukuf yang berupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. AP Photo

    Umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Haji, memenuhi Jabal Rahmah guna melakukan wukuf yang berupakan bagian dari ibadah Haji di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi, 11 September 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Makkah - Calon jemaah haji Indonesia hari ini mulai bergerak ke Padang Arafah untuk melaksanakan salah satu rukun haji, yaitu wukuf di Arafah.

    Wukuf di Arafah akan dilakukan pada 10 Dzulhijah atau pada Senin, 20 Agustus 2018. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah memantau persiapan wukuf di Arafah dan menyatakan fasilitas untuk jemaah calon haji telah siap digunakan.

    Baca: Ketegangan Politik, Jemaah di 3 Negara Ini Sulit Naik Haji

    "Jangan sampai ada jemaah yang ketinggalan. Petugas haji harus memastikan betul seluruh jamaah sudah berada di Arafah pada 19 Agustus," kata dia pada Ahad, 19 Agustus 2018.

    Sekitar tiga juta jemaah calon haji dari berbagai penjuru dunia akan berada di Padang Arafah. Mereka terbagi sesuai kluster tenda yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan slot petak tenda terbesar di Padang Arafah.

    Adapun jemaah calon haji asal Indonesia berjumlah sekitar 221 ribu orang dan berpindah dari Makkah ke Arafah dalam tiga tahap. Gelombang pertama diberangkatkan pada Ahad ini setelah Subuh hingga dzuhur Waktu Arab Saudi. Kemudian, gelombang kedua dimulai dzuhur hingga sekitar pukul 16.00 waktu setempat dan terakhir pukul 16.00-18.00 waktu setempat. Pemberangkatan jamaah secara bergelombang itu untuk menghindari penumpukan jemaah karena mobilisasi jemaah calon haji itu tidak hanya bagi Indonesia.

    Baca: Duta Besar Osama: Fasilitas Haji Makkah Road Menelan Biaya Besar

    Otoritas Saudi telah membagi jemaah calon haji Indonesia dalam tenda-tenda yang dikelola 70 maktab. Setiap maktab mengelola fasilitas untuk 2.970-3.000 jemaah. Sementara satu maktab terdiri dari 20-30 tenda dengan luas yang bervariasi.

    Dari Arafah, jemaah calon haji akan lanjut bergerak ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit sekaligus mempersiapkan kerikil guna amalan haji lempar jumrah di Mina. Setelah itu, mereka berangkat ke Mina untuk menunggu waktu yang ditentukan bagi jemaah calon haji Indonesia guna melakukan jumrah di Jamarat.

    Baca: Kisah Dua Santri Naik Haji Gratis Atas Undangan Raja Salman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.