Pengamat Nilai Ahoker Tak Akan Golput di Pilpres 2019, Sebab ...

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden, Jusuf Kalla (kiri), bersama Gubernur DKI, Ahok, mengantar Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, meyakini para pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak akan memilih golput saat pilpres 2019.

    "Karena jika sampai golput, artinya mereka mendukung 2019 ganti presiden," kata Ari kepada Tempo, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Baca: Politikus NasDem Ini Yakin Ahoker Tetap Pilih Jokowi - Ma'ruf

    Menurut Ari, pendukung Ahok saat ini hanya membutuhkan waktu untuk mengolah emosi politik untuk mencapai tahap pemahaman rasional atas pilihan bakal calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi, yang menggandeng Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya.

    Adanya ancaman dari pendukung Ahok yang akan golput karena Jokowi memilih Ma'ruf, menurut Ari, adalah hal yang wajar sebagai kesan pertama. Sebab, pilihan Jokowi terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia itu membuat semua orang kaget, termasuk pendukung Ahok.

    Baca: Isu Ahoker Golput di Pilpres 2019 Dianggap Permainan Opini

    Menurut Ari, para pendukung Ahok memiliki sikap emosional yang berbeda dengan yang lain sebab posisi Ma'ruf yang berada dalam pusaran kasus Ahok di pilkada DKI 2017. Ma'ruf merupakan ulama yang mengeluarkan fatwa bahwa pernyataan Ahok yang menyitir surat Al Maidah ayat 51 itu menistakan agama. Tak lama setelah fatwa tersebut dikeluarkan, Ahok akhirnya dijebloskan ke dalam penjara.

    "Namun seiring perjalanan waktu akan terjadi pengendapan emosi dari para pendukung Ahok, sehingga akan bisa lebih rasional menyikapi pilihan politik Jokowi," kata Ari.

    Ari menilai para pendukung Ahok akan terbuka pada pilihan atas realitas politik yang ada, membaca rekam jejak, dan memproyeksi kondisi riil politik ke depan. Sehingga, mereka diyakini bisa memahami alasan Jokowi memilih Ma'ruf sebagai calon wakil presiden.

    Baca: Muhaimin Siap Redam Ahokers yang Kecewa Jokowi Pilih Ma'ruf Amin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.