BPBD: Gempa 6,7 SR Manggarai Barat Tak Timbulkan Kerusakan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, JakartaGempa 6,7 Skala Richter yang mengguncang Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur tak menimbulkan kerusakan bangunan.

    Baca juga: Viral Ancaman Gempa Bermagnitudo 6,9 SR di Lombok, Ini Kata BMKG

    Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Manggarai Barat Frans saat dikonfirmasi Antara, Jumat, 17 Agustus malam, mengatakan bahwa gempa yang mengguncang wilayah Flores Barat itu lokasinya sangat jauh di laut lepas sehingga tak berdampak pada kerusakan wilayah darat.

    "Kekuatan gempanya hanya dirasakan kurang lebih dua sampai tiga detik saja. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan akibat dari gempa itu," katanya.

    Sebelumnya diberitakan gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Kabupaten Manggarai Barat. Gempa itu terjadi pada lokasi 7.55 Lintang Selatan (LS)-119.89 Bujur Timur (BT) tepatnya 125 kilometer Barat Laut kabupaten tersebut dengan kedalaman 559 kilometer.

    Gempa tersebut juga dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang bahwa tidak menimbulkan tsunami yang dapat menggangu aktivitas masyarakat di daerah itu.

    Baca juga: Jokowi Minta Pengungsi Gempa Lombok Bangun Risha. Apa itu?

    Frans menambahkan saat terjadi gempa sebagian masyarakat sempat berlarian ke luar rumah, namun tak menimpulkan kepanikan sebab gempa yang dirasakan juga sedang.

    Kekuatan gempa itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di Manggarai Barat, namun juga dirasakan oleh masyarakat di Sumba Barat Daya yang guncangannya terjadi sampai tiga kali.

    Gempa juga dirasakan terjadi di kota Mataram dengan waktu gempa selama tiga detik, sama seperti di Kota Ende Flores. Sementara itu di Lombok Tengah, NTB guncangan gempa berlangsung tiga sampai empat menit.

    Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Kupang Rahmat Triyono mengatakan jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat kompresi antara tarikan ke bawah (slab pull) dengan gaya apung ke atas (buoyance force).

    "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust fault)," kata Rahmat.

    Baca juga: Gempa Lombok, PVMBG Temukan Sesar Baru

    Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Bima, Lombok Utara II SIG-BMKG (IV MMI), Waingapu II SIG-BMKG (III-IV MMI), Mataram, Lombok Tengah, Kuta II SIG-BMKG (III MMI), Denpasar II SIG-BMKG (II-III MMI), Lombok Barat I SIG-BMKG (II MMI).

    Menurut Rahmat Triyono, pihaknya hingga saat ini belum menerima adanya laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa  tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.